Bappeda Komitmen Pembangunan untuk Wilayah Muaragembong

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Dwy Sigit Andrian

CIKARANG – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Dwy Sigit Andrian menjelaskan, pembangunan Muaragembong membutuhkan dukungan dan keterlibatan dari berbagai pihak seperti keterlibatan aktif masyarakat, swasta, dan seluruh stakeholder dalam mendukung pembangunan daerah.

“Maka diperlukan kolaborasi dengan pihak lain untuk mendorong percepatan pembangunan,” jelasnya.

Untuk tahun anggaran 2027 medatang agar dapat direalisasikan secara optimal, Kepala Bappeda akan kembali membahas dan mengkaji bersama tim perencanaan agar berbagai usulan pembangunan khususnya dari Kecamatan Muaragembong .

“Kalau hanya berpangku pada APBD tentu tidak akan cukup. Nanti akan kita bahas bersama tim agar semua usulan-usulan dari Kecamatan Muaragembong di tahun 2027 bisa banyak yang terakomodasi,” harapnya.

Namun di tahun 2026 ini Pemerintah Kabupaten Bekasi merealisasikan anggaran sekitar Rp60 miliar untuk pembangunan di wilayah Kecamatan Muaragembong.

“Untuk wilayah Kecamatan Muaragembong di tahun 2026 ini mendapat alokasi terbanyak dibandingkan kecamatan lainnya. Dengan anggaran mencapai sekitar Rp60 miliar khusus Muaragembong,” katanya saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi baru-baru ini.

Sigit mengatakan anggaran tersebut antara lain dialokasikan untuk pembangunan sejumlah jembatan sebagai proyek strategis di Kecamatan Muaragembong yang akan direalisasikan pada tahun ini.

Alokasi anggaran tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan kecamatan lain sebagai bentuk perhatian serius pemerintah daerah terhadap pembangunan di wilayah utara.

Sigit menjelaskan hal tersebut merupakan komitmen Pemkab Bekasi dalam memberikan perhatian serius terhadap pembangunan di wilayah utara Kabupaten Bekasi agar pembangunan dapat sejajar dengan wilayah lainnya.

“Tadi seperti yang disampaikan oleh anggota DPRD, bagaimana ke depannya agar Muaragembong ini bisa kita kembangkan agar sejajar seperti kecamatan di wilayah lain,” katanya.