Anggota DPR Sudjatmiko Dukung Pembangunan Flyover Pasca Kecelakaan KRL

Kunjungan Komisi V DPR RI ke lokasi tragedi kecelakaan KRL Bekasi Timur, Jumat (22/05/2026)

KOTA BEKASI – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Sudjatmiko, Jumat (22/5/2026), melakukan kunjungan kerja Komisi V DPR RI dengan meninjau langsung lokasi kejadian tragedi kecelakaan Kereta Api di kawasan Stasiun Bekasi Timur.

Dalam kesempatan tersebut, politisi PKB itu menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan flyover dan penataan perlintasan sebidang di kawasan Stasiun Bekasi dan Bekasi Timur pasca tragedi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line jurusan Cikarang pada 27 April 2026.

“Kecelakaan beruntun yang diawali insiden taksi Green SM di perlintasan sebidang hingga berujung tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL arah Cikarang menunjukkan bahwa kawasan Bekasi membutuhkan rekayasa transportasi yang lebih modern dan aman. Pembangunan flyover tidak bisa lagi ditunda,” kata Sudjatmiko.

Kepadatan lalu lintas kendaraan dan tingginya frekuensi perjalanan kereta di lintas Bekasi membuat keberadaan perlintasan sebidang menjadi risiko serius bagi keselamatan publik. Ia menegaskan Komisi V DPR RI akan mendorong dukungan anggaran dan pengawalan kebijakan agar pembangunan flyover maupun underpass di titik-titik rawan dapat diprioritaskan dalam program nasional transportasi.

“Kita tidak boleh menunggu jatuh korban berikutnya. Bekasi adalah salah satu simpul transportasi tersibuk di Jabodetabek. Infrastruktur keselamatan harus menjadi prioritas utama negara,” tegasnya.

Ia juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem persinyalan, koordinasi pengamanan perlintasan, serta percepatan eliminasi perlintasan sebidang sebagaimana amanat keselamatan transportasi nasional.

Selain itu, Sudjatmiko mengapresiasi kerja cepat Basarnas, BPBD, kepolisian, tenaga kesehatan, serta petugas PT KAI yang melakukan proses evakuasi korban dalam waktu singkat di tengah kondisi yang sangat sulit.

“Modernisasi transportasi bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal keselamatan nyawa masyarakat. Negara harus hadir memastikan tragedi serupa tidak terulang,” tutupnya.(**)