CIKARANG – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten BEkasi, Ani Rukmini meminta agar Pemerintah Kaupaten Bekasi konsisten memperhatikan dua sektor pengerak ekonomi masyarakat. Kedua sektor itu yakni, pasar dan pariwisata.
Pasalnya, dalam kondisi ekonomi yang semakin mengalami penurunan ini, justru pemerintah daerah harus berada di tengah masyarakat, mendukung daya perekonomian rakyat.
“Untuk pariwisata kita kan mendapatkan penghargaan dari Dinas Pariwisata Pemprov Jabar itukan harusnya bisa menjadikan pemerintah daerah melakukan pendampingan ditengah mayarakat. Membantu pelaku-pelaku umkm yang bergerak di sktor itu,” jelasnya.
Kemudian ada sektor utama pengerak ekonomi masyarakat yang langsung dirasakan dampaknya yaitu pasar. Seperti diketahui ada sejumlah pasar di Kabupaten Bekasi menjadi jantung perputaran ekonomi rakyat.
“Beberapa pasar tradisional, Pasar Baru Cikarang, Pasar Kedung Gede, Pasar Sukatani, Pasar yang di Cikarang Selatan, Pasar Babelan, termasuk di wilayah kecamatan lainnya,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjelaskan, pasar baru Cikarang, sekitar 76 persen bangunan mengalami kerusakan ringan, sementara sisanya rusak berat.
Berdasarkan hasil tersebut, Dinas Cipta Karya sudah menyiapkan kajian dan pertimbangan pembiayaan melalui APBD maupun APBN.
“Program Detail Engineering Design (DED)-nya di Cipta Karya di 2026 ini, diharapkan fisiknya di 2027. Kita rencanakan begitu waktu rapat di Komisi II beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Ani menambahkan, untuk Pasar Kedung Gede yang belum lama ini mengalami kebakaran, sudah disiapkan lokasi penampungan sementara pada 2026.
Pembangunan fisik pasar tersebut kemungkinan dilakukan setelah pengerjaan Pasar Baru Cikarang rampung, mengingat keterbatasan anggaran.
“Pasar Baru Cikarang sendiri kita harapkan di 2027 sudah dibangun, karena DED-nya di 2026. Sekarang yang baru kelihatan penataan kaya di Babelan, kemudian Cibitung dikerjasamakan,” katanya.
Sementara untuk pasar tradisional lainnya yang tersebar di Kabupaten Bekasi, dirinya sudah mendorong Dinas Perdagangan untuk melakukan identifikasi.
“Secara umum kita akan minta untuk pasar-pasar lainnya di identifikasi apakah masih hidup apa enggak. Karena pasar itu jantung ekonomi, jadi ramainya pasar akan menunjukan tingkat perputaran ekonomi disitu,” ungkapnya.
