Dinilai Tidak Empati Bencana Sumatera, Sarwin Minta Pemkot Tunda Gelaran PNBK

Ketua Fraksi Golkar Solidaritas DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra

KOTA BEKASI – Rencana Pemerintah Kota Bekasi menggelar festival “Pesona Nusantara Bekasi Keren” (PNBK) 2025 menuai kritikan DPRD Kota Bekasi. Pasalnya, acara yang akan berlangsung pada 7 Desember 2025 dinilai tidak sensitif di tengah duka nasional akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara dan Aceh.

Ketua Fraksi Golkar Solidaritas DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, mendesak ditundanya acara tersebut. Ia menegaskan, fokus pemerintah saat ini seharusnya pada penanganan bencana yang telah menelan ratusan korban jiwa.

“Rencana Pesona Nusantara Bekasi Keren ini harus ditunda! Di saat pemerintah pusat dan daerah lain fokus memberikan bantuan, Kota Bekasi justru mau mengadakan pesta pora. Di mana empati kita?.” tegas Sarwin dalam keterangannya, Rabu (04/12/25).

Data per 3 Desember 2025 mencatat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menyebabkan lebih dari 753 jiwa meninggal, ratusan hilang, serta lebih dari 3 juta warga terdampak. Sarwin menilai melanjutkan agenda hiburan besar adalah langkah yang tidak etis.

Oleh karena itu, Sarwin meminta dengan hormat kepada Walikota Bekasi untuk menunda acara tersebut, karena sebenarnya acara PNBK bisa dilaksanakan kapanpun

“Harusnya ditunda dulu acara PNBK pada tanggal 7 Desember nanti. Bencana Sumatera sudah menjadi bencana nasional, kita sebagai pemerintah Daerah harusnya fokus ke bantuan kemanusiaan,” ujar Sarwin yang juga anggota Komisi I.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Bekasi belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan penundaan atau pembatalan festival tersebut.(**)