
BEKASI SELATAN – Puluhan Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Bekasi di Merger mulai tahun Tahun Ajaran baru 2019/2020.
Informasi yang didapat, Berdasarkan catatan Direktur Sosial dan Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, Tengku Imam Kobul Moh Yahya S di halaman website Bang Imam Berbagi. Sebanyak 61 SD Negeri di Kota Bekasi akan ditutup alias merger dengan SD Negeri terdekat atau SD Negeri yang masih satu komplek
Di merger SD Negeri itu karena tidak mendapatkan murid sama sekali, setiap pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Awal Tahun 2019 jumlah SD Negeri yang tersebar di 56 kelurahan dan 12 kecamatan di Kota Bekasi sebanyak 418 SD Negeri.
Dengan dimergernya 61 SD Negeri awal tahun ajaran baru ini (alias tidak menerima murid baru lagi), maka jumlah SD Negeri di Kota Bekasi tinggal sekitar 357 SD Negeri.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Sri Yulianti menjelaskan alasan di merger 61 SDN di Kota Bekasi pada tahun ini.
Ia mengatakan, ada beberapa kriteria tiga kenapa SD Negeri di merger yakni Geografis, infrastruktur dan efektif dan efisien pelayanan ke masyarakat.
“Tiga alasan itu kenapa SD Negeri di merger. Selain itu juga termasuk jumlah siswa sangat berpengaruh,” kata wanita biasa di panggil Yuli, di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (20/6/2019).
Lebih lanjut ia menjelaskan, kenapa baru tahun ini di lakukan merger, karena mengacu kepada Surat Keputusan (SK) Walikota Bekasi bahwa merger SD Negeri baru mulai di berlakukan pada tahun ajaran baru.
“Bukan kenapa ko baru sekarang dilakukan (merger), SK Walikota, SK tentang merger dalam isinya disebut dilaksanakan pada tahun ajaran baru. Tahun kemarin kan gak ada, baru sekarang kan kita dilakukan,” tuturnya.
Saat ditanya dimergernya SD Negeri karena disebabkan kalah bersaing dengan sekolah Swasta, Ia membantah di mergernya SD Negeri karena kalah bersaing dengan sekolah swasta. Menurutnya sekolah Negeri maupun swasta sama saja.
“Tidak ada persaingan, sekolah SD itu sama antara Sekolah Negeri maupun Swasta,” tukasnya.
Ia menambahkan, Dengan dimergernya SD Negeri, harapannya sesuai visi Kota Bekasi menjadi motivasi untuk lebih bagus lagi pendidikan di Kota Bekasi. Sekarang kita lebih optimis dengan output yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Kita optimis kedepan lebik baik, karena ada program di Disdik yakni program Rapor Mutu dan Peta Mutu. Jadi kelulusan sekarang bukan lagi dinilai rangking berapa atau lulus terbaik apa gak, tetapi kelulusan mutu satuan pendidikan,” pungkasnya.(RON)
