
CIBITUNG – Kepala Desa Mangun Jaya, Idi Rohidi membeberkan, orang tua bayi sempat tak sepaham dengan pihak RS Adam Talib yang dianggap terlalu mahal memberi tarif pada pasiennya.
Pasalnya, selama 2 hari di RS swasta itu, keluarga miskin tersebut harus merogoh kocek sebesar Rp 7,5 juta. Jelas hal ini menjadi perdebatan keduanya.
Disebut Idi, masalah biaya sering menjadi alasan di RS swasta. Bahkan, dalam semalam itu, keluarga hanya mampu membayar Rp 3 juta. Selebihnya, tidak bisa berbuat banyak.
Sebab itu, meski kondisi kesehatan Azahra kian memburuk, keluarga tetap minta dipulangkan, dengan alasan biaya.
“Tapi tidak bisa pulang, karena harus dilunasi dulu. Saya sebagai Kades sampai membuat pernyataan di atas materai, masih tetap ditolak oleh RS Adam Talib,” kata dia.
Akhirnya, Azahra bisa pulang setelah Idi meninggalkan mobil dinasnya Daihatsu Xenia di rumah sakit sebagai jaminan.
“Mobil plat merah itu saya buat jaminan,” tutupnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Saban mengatakan, balita malang itu terpaksa pulang dari RS karena tak mempunyai biaya. Bahkan, untuk melunasi biaya perawatan, mobil dinas Kepala Desa harus dibuat jaminan di RS.
“Setelah dibawa pulang akhirnya meninggal dunia pukul 22.15 WIB,” kata Saban, Rabu, (5/11/2014).
