Wakil Wali Kota Tri Adhianto Lepas Ekspor Minyak Jelantah Ke Eropa

BEKASI SELATAN – Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto secara simbolis melepas keberangkatan truk yang berisi minyak jelantah yang diekspor ke Eropa. Hal tersebut dilakukan pada dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Pasar Alam Vida, Mustikajaya, Minggu (21/2/2021).

Kumpulan minyak jelantah tersebut didapat dari masyarakat Kota Bekasi dimana setiap liter yang dikumpulkan, ada insentif yang diberikan oleh pihak swasta yang menggandeng pemerintah Kota Bekasi, yaitu Waste4Change.

Ekspor minyak jelantah itu menjadi bagian dari komitmen Pemkot Bekasi dalam pengelolaan sampah berkelanjutan yang bernilai ekonomis.

Selain itu, Tri berharap agar minyak jelantah yang selama ini menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan bisa teratasi.

Disisi kesehatan, minyak jelantah juga menjadi ancaman bagi kesehatan jika digunakan kembali untuk memasak dalam bentuk jelantah karena proses pemanasan yang lama ataupun berulang akan menyebabkan dampak buruk bagi tubuh manusia.

“Minyak jelantah bisa berbahaya kalau di konsumsi ulang, apalagi kalau jadi limbah nanti bikin pencemaran, untuk itu kita buat gerakan masif pengumpulan minyak jelantah yang bisa memberikan dampak baik bagi masyarakat, baik secara lingkungan maupun ekonomi,” tutur Tri.

Menurut Direktur Waste4Change, Muhammad Bijaksana Junerosano, pengembangan biodiesel berbasis minyak jelantah memiliki peluang untuk dipasarkan baik di dalam negeri maupun untuk diekspor selain sebagai langkah kongkrit dalan menyelesaikan persoalan limbah cair.

“Pangsa pasar cukup besar, sayang kalau potensi tersebut disia-siakan, Ada berkah dibalik minyak jelantah,” tutur pria yang akrab dipanggil Sano.

Pada 2020, Pemkot Bekasi berkomitmen mengurangi sampah plastik dari para pelaku bisnis ritel dan perhotelan, sampai terbit peraturan daerah yang mengatur sampah plastik pada tahun yang sama.

Lanjut Tri, dia menyebut bahwa untuk mengubah pola pikir seseorang diperlukan waktu yang lama dan sosialisasi masif.

“Namanya perubahan pasti butuh proses, terlebih dalam mengubah mindset. Ini butuh kesadaran bersama agar Kota Bekasi bisa mengurangi sampah yang terbuang ke Bantargebang,” pungkas Tri.(*)