THM di Cikarang Diduga Melanggar Hak Cipta, ini Kata PHRI Bekasi

Bagikan:


CIKARANG – Sekertaris Persatuan Hotel Restauran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bekasi Risky Purnomo, Kamis (25/1/2024) mengimbau agar pelaku usaha restauran dan tempat hiburan malam yang menjadi anggotanya untuk mencermati Undang-Undang (UU) Hak Cipta dan peraturan pemerintah yang masih berkaitan dengan lagu atau musik.

“Itukan sudah aturan pemerintah, ada undang-undangnya, yang sebaiknya harusnya ditaati. Sebelum beroperasi cek dulu ke lembaga pemerintah berkaitan dengan hak cipta lagu-lagu yang akan digunakan pada usaha mereka,” katanya saat dihubungi melalui telpon selularnya Kamis malam.

PHRI kata Risky, tidak bisa masuk ke persoalan hukum. Sebab itu menjadi bagian aparat penegak hukum dan pelaku usaha tersebut.

“Kita gak bisa masuk ke ranah itu. Tidak bisa ikut campur dalam hal dugaan pelanggaran itu. Kami hanya mengimbau pada semua anggota PHRI Kabupaten Bekasi agar taat aturan,” tegasnya.

Dia menjelaskan beberapa tempat hiburan malam yang menjadi bagian dari PHRI yaitu, Aple, Amor, Black Pearl, New Hollywod, Seven, Black Hold, namun yang menjadikan mereka anggota karena adanya usaha restauran.(**)

Bagikan: