Soal Klaim Ikhsan Nurdjamil, Ini Pernyataan Keras Ketua PK Golkar Jatiasih

Ketua PK Golkar Jatiasih Karya Ahmad (kanan) bersama Ketua DPD Golkar Kota Bekasi Rahmat Effendi

BEKASI SELATAN – Pernyataan Wakil Ketua PDK Kosgoro Kota Bekasi, Muhammad Ikhsan Nurdjamil mengklaim ada delapan Pengurus Kecamatan (PK) memberikan pernyataan sikap mosi tidak percaya terhadap Ketua DPD Partai Golkar, Rahmat Effendi tuai protes Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar. Salah satu yang memprotes pernyataan Wakil Ketua PDK Kosgoro Kota Bekasi yakni PK Golkar Jatiasih, Karya Ahmad.

“Sampai saat ini saya sendiri tidak memberikan pernyataan sikap seperti apa yang telah di ungkapkan Ikhsan di media. Ikhsan juga harus menunjukan bukti-bukti yang real terkait pernyataan ada 8 PK yang menyetujui mosi tidak percaya kepada Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, PK mana saja yang dia maksud itu, kata Karya Ahmad kepada wartawan, Jumat (7/8/2020)

Baca Juga :   HUT Partai Ke-48, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Tanam 4800 Bibit Pohon

Dia mengatakan, Ketua DPD Golkar Kota Bekasi Rahmat Effendi selalu menyampaikan perkembangan partai dan keberlangsungan partai kedepan, namun justru sejumlah pihak malah membalas dengan hal yang tidak menyenangkan.

“Sikap (Ikhsan) terhadap ketua DPD tersebut ibarat seperti pepatah ‘Duri dalam Daging’,” tuturnya.

Baca Juga :   HUT Partai Ke-48, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Tanam 4800 Bibit Pohon

Karya sendiri mempunyai pertimbangan normatif untuk mengambil sikap dalam menempuh mekanisme organisasi dalam pengambilan keputusan dan mendukung calon yang layak.

“Intinya bersih dan memiliki kapasitas sesuatu dengan persyaratan yang tertuang dalam aturan. Orang baik dicintai manusia, menyeru kebaikan dimusuhi manusia,” katanya.

Baca Juga :   HUT Partai Ke-48, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Tanam 4800 Bibit Pohon

Disamping itu, ia juga menyesalkan pernyataan Ikhsan yang terkesan bangga dengan tertundanya Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar beberapa hari lalu. Menurutnya, sebagai kader seharusnya bertanggung jawab dan memiliki semangat membangun Partai Golkar di Kota Bekasi.

“Ikhsan seharusnya dapat berpikir dan menunjukan sikap yang mendukung pelaksanaan Musda Partai Golkar, bukan malah bangga dengan adanya penundaan,” imbuhnya.(*)