Pemerhati Pendidikan Soroti Anggaran PTM Tambah Beban Sekolah

BEKASI SELATAN – Dinas Pendidikan Kota Bekasi laksanakan pembelajaran Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan (ATHB SP) atau Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah.

Berdasarkan surat permohonan yang disampaikan dan pengecekan terhadap daftar periksa satuan pendidikan, terdapat sejumlah 88 SD negeri dan swasta, dan 22 SMP negeri yang dinyatakan siap dan dapat menyelenggarakan ATHB-SP (Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan) mulai 22 Maret 2021.

Menanggapi hal tersebut, Pemerhati Pendidikan dari LSM Sapulidi Tengku Imam Kobul Yahya S,soroti anggaran Pembelajaran Tatap Muka yang sudah dilaksanakan di sekolah sejak Senin lalu.

Pria yang konsen di dunia pendidikan ini tekankan Dinas Pendidikan untuk mendukung terkait anggaran yang akan menjadi beban sekolah saat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas tersebut.

Pemerhati Pendidikan dari LSM Sapulidi Tengku Imam Kobul Yahya S. (foto: dokumen pribadi)

“Yang harus diketahui dan didukung Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pendidikan adalah, bahwa bulan depan kemungkinan tagihan listrik, internet, air, dan sarana CTPS akan membengkak. Disdik harus juga ikut memikirkan kebutuhan dan anggaran yang membengkak,”kata Imam Kobul, melalui pesan WatshApp, Selasa (23/3/2021).

Baca Juga :   Disdik Lakukan Perluasan Jumlah Sekolah yang Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Selain itu, Imam juga menyoroti kemungkinan terjadinya double anggaran dengan dilaksanakan sistem pembejaran daring dan tatap muka.

“Karena 1 hari Tatap Muka, 1 hari daring atau online, sehingga kemungkinan double anggaran,” tegasnya.

Imam menjelaskan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat ini hanya sebagai uji coba, atau simulasi pembelajaran tatap muka terbatas (SPTMT).

Baca Juga :   Disdik Lakukan Perluasan Jumlah Sekolah yang Gelar Pembelajaran Tatap Muka

“karena waktunya masih terbatas sekitar 2 jam perhari dan hanya 3-4 mata pelajaran, untuk satu mata pelajaran sekitar 20 sampai 25 menit, Serta memakai sistem ship, yaitu siswa yang masuk senin akan kembali belajar daring di hari selasa. Begitu sebaliknya, siswa yang PJJ senin akan PTM di selasa, sehingga proses belajar mengajar belum efektif dan hanya pemberlakuan dan penanaman protokol kesehatan dan sanitasi sekolah,” ujar Imam.

“Apalagi waktu sudah mepet di Semester Genap ini menuju ujian sekolah atau asesmen. Jadi SPTMP sekarang ini lebih kepada pembiasaan tatanan hidup baru (new normal /protokol kesehatan) Dan menjalankan sepenuhnya program sanitasi sekolah,” tambah Imam.

Baca Juga :   Disdik Lakukan Perluasan Jumlah Sekolah yang Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Krisman Irwan mengatakan pelaksanaan Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan berjalan lancar. Menurutnya, sejak hari pertama setiap sekolah mengirimkan laporan ke Disdik Kota Bekasi.

“Laporan (ATHB SP) sudah ada di Disdik, setelah berjalan selama tujuh hari akan kita evaluasi,” ujarnya dihubungi melalui seluler, Selasa (23/3/2021).

Saat ditanya kemungkinan membengkaknya anggaran karena dilakasanakan sistem pembelajaran daring dan tatap muka secara bersamaan, Krisman mengatakan tidak akan terjadi pembengkakan anggaran di sekolah.

“Tidak akan membengkak (anggaran), karena listrik dan internet sekolah sudah ada dari BOS pusat. Jadi baik-baik saja,” ujarnya.(RON)