PDAM Tirta Bhagasasi Targetkan Perluas Jaringan dan Pelanggan

CIKARANG – Direktur Usaha PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Maman Sudarman mengatakan, proses tahapan pengalihan pelanggan maupun kerjasama pengelolaan WTP (Water Treatmen Plan) milik swasta sedang dalam tahap proses pembahasan antara pemerintah daerah dengan pihak swasta.

Rencanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi segera akuisisi 30.000 pelanggan air yang dikelola pihak swasta. Langkah itu untuk memperluas pelayanan kepada masyarakat. Apalagi dengan diakuisisi secara otomatis tarif yang ditawarkan menjadi lebih terjangkau. Sehingga para pelanggan air swasta itu diambil alih menjadi pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi.

“Kami targetkan paling telat tahun depan, 30.000 pelanggan air minum yang dikelola oleh swasta kami ambil alih pengelolaanya. Jadi nanti pelanggan swasta itu menjadi pelanggan PDAM dengan tarif sesuai PDAM,” katanya.

Baca Juga :   Sekjen Kemendag Sidak Stok Daging Sapi di Serang Baru Bekasi

Maman memastikan pengambil alihan pelanggan air dari swasta ke PDAM Tirta Bhagasasi masyarakat sangat diuntungkan.

Sebab, tarif air sambungan untuk pelanggan air dari pemerintah tergolong sangat murah daripada tarif pengelola WTP swasta. Sejauh ini ada beberapa pihak swasta yang sudah siap menyerahkan pelangganya kepada pemerintah.

Seperti Kawasan Jababeka dengan 12.500 pelanggan dan Grand Wisata sebanyak 5.000. Kemudian Perumahan Grand Cikarang City 7.500 pelanggan dan Perumahan Graha Cikarang 900 pelanggan.

“Untuk kawasan MM2100 masih dalam tahap kordinasi,” imbuh dia.

Maman menyebut WTP pengelolaan air yang dikelola pihak swasta di Kabupaten Bekasi mencapai puluhan aset yang melayani warga perumahan di Kabupaten Bekasi.

Baca Juga :   Pelajar Mahasiswa XTC Indonesia Bekasi Lakukan Aksi Galang Dana untuk Korban Bencana Sumedang

“Jadi selain ambil alih pelanggan, pengelolaan dan aset WTP milik pihak swasta harus dikerjasamakan dengan pemerintah dari izin mengelola air curah maupun air dari tanah,” ungkap dia.

Direktur Teknik PDAM Tirta Bhagasasi, Joni Dewanto menambahkan, selain memberi keuntungan bagi masyarakat, pengalihan ini dapat meningkatkan pendapatan daerah. Dari 30.000 pelanggan itu, keuntungan yang didapat ditaksir mencapai Rp4 miliar per tahun.

“Harapannya, dengan dikelolanya 30.000 pelanggan tersebut bisa menambah pundi-pundi pendapatan hingga Rp 4 miliar setiap tahunnya ke pemerintah daerah,” ucap dia.

Baca Juga :   Saksi Ahli Bupati Bekasi Gak Hadir di PTUN Gugatan SK Dirut PDAM

Menurut dia, pemerintah menargetkan semua pelanggan swasta menjadi pelanggan dari perusahaan air plat merah milik Kabupaten Bekasi. Olehkarena itu, pihaknya tengah mengusulkan regulasi dengan membuat sebuah Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan air di Kabupaten Bekasi.

“Usulannya sudah masuk ke Prolegda Kabupaten Bekasi 2020 agar segera dibahas oleh dewan, lalu di Pansus kan dan segera diPerda-kan aturanya,” katanya.

Untuk diketahui, jumlah pelanggan air PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi hingga September ini mencapai 165.523 sambungan saluran air yang aktif. Cakupan warga yang sudah dilayani berada di 20 Kecamatan se-kabupaten Bekasi. Sementara Kabupaten Bekasi memiliki 20 titik WTP yang tersebar.