Nakes RSUD CAM Kota Bekasi Pelopori Gerakan Donor Plasma Konvalesen

BEKASI SELATAN – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menghadiri Gerakan Donor Plasma Konvalesen yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Chasbullah Abdul Madjid (RSUD CAM) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bekasi, di halaman kantor PMI Kota Bekasi, Senin (1/3/2021) pagi.

Gerakan Donor Plasma Konvalesen RSUD CAM ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman Joewono Putro, Ketua Komisi 4 Sardi Efendi, Kapolres Metro Bekasi Kota, Dandim 0507, Kepala Dinas Kesehatan dan Ketua PMI Kota Bekasi, Ade Puspita Sari.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengatakan Gerakan Donor Plasma Konvalesen ini dipelopori oleh para tenaga kesehatan.

“Donor Konvalesen hari ini dimulai dari tenaga kesehatan RSUD CAM, Dinas Kesehatan dan jajaran Pemkot,” ujarnya.

Baca Juga :   60 Pasang Pengantin Ikut Nikah Massal Gratis

“Dari 32000 yang masih memenuhi standard untuk donor 5000 saja dengan 2 alat insya Allah banyak nyawa yang bisa kita selamatkan. Untuk itu kita akan mengadakan 1 unit lagi karena ini kita berlomba dengan nyawa, kita tidak pedulikan berapa besarnya sepanjang harganya memang betul- betul harga pasar, kalau perlu ikutkan aparat penegak hukum, ikutkan BPKP,” imbuhnya.

Lebih lanjut Wali Kota mengatakan ambang batas Bed Occupancy Rate (BOR) atau rasio keterisian tempat tidur berada di bawah rata-rata standard tingkat utility tempat tidur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Alhamdulillah BOR-nya sudah 66 persen jauh di bawah rata-rata WHO dan angka kematian juga sudah semakin turun 1 koma,” imbuhnya.

Kata wali kota, sebelumnya ada yang disebut reproduksi, sekarang positif rance nya yang memang masih tinggi sekitar 20-an, tapi menurutnya tidak masalah karena semakin tinggi tingkat kesembuhannya, kematiannya rendah. “Jadi kalau 32000 saja kita bisa ambil 5000 dengan alat yang mampu 1 hingga 3 jam ini rasanya mustahil memaksimalkan peran apalagi vaksinnya sampai saat ini juga masih dicicil,” ujarnya.

Baca Juga :   Update Kasus Corona, Wali Kota Sampaikan Angka Kesembuhan 97,64 Persen, Kasus Aktif 1,09 Persen Dan Kematian 1,27 Persen

Di tempat yang sama, Direktur Utama RSUD CAM dr.Kusnanto Saidi mengatakan Gerakan Donor Plasma Konvalesen ini dipelopori oleh tenaga kesehatan.

“Kita ingin memberikan sebuah contoh bahwa kami Nakes adalah tempat di mana pusat virus yang cukup banyak di RSUD ada 306 orang yang terpapar, dari 306 itu 295 sembuh dan masih ada beberapa yang dirawat. Dan kami sangat apresiasi terhadap seluruh tenaga kesehatan yang ada di RSUD CAM mereka bukan hanya melayani tapi ternyata mereka juga terpapar dan diobati dan mereka juga mendonorkan plasmanya untuk pasien, ini menurut saya sebuah dedikasi dan pengabdian yang totalitas untuk Indonesia,” kata Kusnanto.

Baca Juga :   Lurah Jatirangga Ajak Pengurus LPM Bangun Wilayah

Di samping itu, ia menyatakan pandemi Covid-19 bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan secara berlebihan.
“Apa yang bisa kita perbuat dalam menghadapi pandemi ini. Kami para garda terdepan saja bisa melakukan pelayanan donor plasma, apalagi kami juga yang berhadapan langsung melayani dan terpapar, menurut saya ini adalah sesuatu yang dapat dicontoh oleh seluruh masyarakat yang terkena dampak Covid-19 dan bisa melakukan kebaikan di sisi lain yaitu dengan mendonorkan plasmanya,” pungkasnya. (*)