Kemenko Polhukam Gelar Rapat Evaluasi penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2020

Banjarmasin – Kedeputian Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bidkoor Kamtibmas) Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan melaksanakan Rapat Evaluasi penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2020.

Asisten Deputi Penanganan Konflik dan Transportasi Brigjen Pol Erwin Chahara Rusmana mengungkapkan bahwa rapat evaluasi ini bertujuan untuk menentukan upaya penanggulangan serta tindaklanjut rekomendasi Kemenko Polhukam dan penegakan hukum Karhutla tahun 2020.

“Adapun tujuan lainnya selain untuk mengetahui hambatan dan tantanggan yang tengah dihadapi, juga untuk memprediksi dan menentukan rencana penanggulangan karhutla pada tahun 2021.” Jelas Erwin Chahara Rusmana

Baca Juga :   Ketua MPR: IWO Mampu Menjembatani Informasi dari Pusat ke Daerah Dengan Baik

Berdasakan laporan evaluasi Kementerian LHK sampai dengan bulan November 2020, telah dilakukan upaya Patroli Terpadu, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pada wilayah dengan kondisi ancaman Karhutla yang meningkat seperti Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalbar.

“Telah dilaksanakan water bombing sebanyak 36.914 Sortie, Total unit pesawat atau Helikopter yang dukung giat pemadaman udara berjumlah 37 unit. Kementerian, Lembaga, Daerah telah berkolaborasi untuk melakukan pembekalan di desa-desa di Prov. Riau, Jambi, Sumsel, Kalteng, Kalbar, dan Jabar, serta telah memberdayakan MPA-P untuk melaksanakan patrol terpadu,” ungkap Brigjen Erwin

Baca Juga :   Selama 2020 Hampir Sejuta Benih Lobster Diselamatkan dari Penyelundupan

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman Laksda TNI Yusup menyampaikan bahwa Berdasarkan Inpres No 3 tahun 2020, Kemenko Polhukam bertugas untuk melaksanakan evaluasi terhadap segala upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan oleh Kementerian, Lembaga, dan Daerah.

Baca Juga :   Ponpes Daarul Quran Tempat Istirahat Terakhir Syeikh Ali Jaber

“Evaluasi ini penting untuk memperoleh informasi, masukan, saran, serta inovasi untuk perbaikan penanggulangan Karhutla kedepan agat menjadi lebih baik, efektif, dan efisien, terutama dalam mencegah terjadinya bencana Karhutla sebagai wujud dari kehadiran Negara, jelas Laksda TNI Yusup.(*)