Fokus Penanganan Banjir di Pebayuran, Tomas Sebut Banjir Kedungwaringin Luput dari Perhatian

BEKASI – Banjir yang melanda di wilayah Kecamatan Kedungwaringin luput dari bantuan Logistik dan pengawasan Korban banjir yang terdampak dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Hal tersebut disampaikan , Haetami Abdallah,Tokoh masyarakat Kedungwaringin, kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, dalam menyikapi statement dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bekasi, menyatakan bahwa dibalik banjir ini tidak ada korban jiwa alias nihil.

Baca Juga :   Diputus 1,6 Tahun, JPU Kejari Kab Bekasi Banding Atas Perkara AS

“ternyata BPBD kabupaten gede banget dosanya itu pak ketua DPRD, itu pembohong, itu pembusuk pak ketua DPRD tolong sampaikan BPBD kabupaten Bekasi pembohong pendusta gitu, di kecamatan kedungwaringin aja, 3 orang meninggal karena terseret air itu ketua DPRD, tolong deh dibantu selama ini bantuan dana dan lain sebagainya belum ada,”Ungkapnya melalui Via Whatsapp Voice Note. Selasa, (23/02/21).

Ia juga mengungkapkan menurutnya PemKab dan TNI – Polri terkonsentrasi di titik Kecamatan Pebayuran, sedangkan Kecamatan Kedungwaringin luput dari bantuan dan pengawasan.

Baca Juga :   Soal Tudingan LSM Master, Kasi Intel Kejari Kab Bekasi Beberkan ini

“karena aparat tinggi negara terkonsentrasi di titik Kecamatan Pebayuran di Babakan Banten, Kedung Waringin luput ketua, Kedung Waringin luput dari bantuan dan pengawasan tolong ketua DPRD Bapak Bupati Kapolres pak Dandim ayo bantu juga kedungwaringin keluarga kita deh yang menderita luput dari perhatian luput dari bantuan nih coba pak ketua DPRD,” Pungkasnya.

Baca Juga :   WBK 2021 Kejari Kabupaten Bekasi Perkuat Layanan Publik

Hasil pantauan media masih banyak daerah pedalam di kecamatan kedungwaringin yang belum terjamah bantuan bahkan ada yang belum sama sekali sudah tiga hari ini, jadi wilayah kecamatan kedungwaringin hampir disemua desa nya terdampak banjir. Seyogyanya bantuan dari pemerintah atau elemen masyarakat bisa dipecah disetiap kecamatan yang terdampak banjir.(RED)