Dituding Minta Uang pada Penerima BPNT, Ketua Katar Pebayuran Laporkan Oknum Warga

Hamdan Arrasyid

PEBAYURAN – Ketua Karang Taruna (Katar), Kecamatan Pebayuran, Hamdan Arrasyid, Senin (2/8/2021) melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oknum warga Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

Oknum warga itu menyebut Karang Taruna meminta sejumlah uang kepada warga penerima kartu bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang dibagikan Bank BNI pada Sabtu 31 Juli 2021 lalu di Kantor Desa Karangsegar.

Baca Juga :   Vaksinasi Sasar Penghuni Apartemen Mahakam Jababeka

“Ada yang mengatakan kalau ada yang minta uang dengan alasan untuk Karang Taruna,” kata Hamdan seraya mengatakan bahwa informasi tersebut diperoleh pengurusnya dari pesan singkat WhatsApp.

Saat ini pengurus Katar Kecamatan Pebayuran sudah memiliki bukti berupa screenshoot percakapan salah seorang oknum warga yang dinilainya dapat merusak dan memalukan Karang Taruna.

Baca Juga :   Pencemaran Lingkungan Masih Marak, LSM SNIPER INDONESIA Gruduk DLH Kab Bekasi

“Bukti screenshoot yang ada akan kami jadikan dasar pelaporan ke polisi. Ini, ngak bisa dibiarkan begitu saja, karena dampaknya sangat merugikan, khususnya bagi Karang Taruna Pebayuran,” katanya.

Ditegaskan Hamdan, yang disampaikan oknum salah satu warga tersebut tidak benar. Hari ini, pihaknya akan datang ke Polsek untuk membuat laporan polisi terkait adanya fitnah atau tuduhan terhadap Karang Taruna Pebayuran yang meminta sejumlah uang kepada warga untuk mendapatkan kartu bansos BNPT dari Bank BNI.

Baca Juga :   Reklamasi Tak Berizin, DPRD Segera Panggil Marunda Center

“Saya mengambil tindakan tegas, karena perkataan oknum warga itu bisa menggiring opini publik yang membenarkan statement tersebut. Maka itu, perlu saya tindak lanjuti sesuai proses peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.(*)