Diputus 1,6 Tahun, JPU Kejari Kab Bekasi Banding Atas Perkara AS

M.Taufik Akbar

CIKARANG – Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi, M.Taufik Akbar, Senin (5/4/2021) menyatakan ketegasannya untuk banding atas putusan 1 tahun 6 bulan yang diberikan Pengadilan Negeri (PN) Cikarang pada Kamis (1/4/2021) kemarin terhadap terdakwa Agus Sofyan Kepala Desa (Kades) Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Dijelaskan Taufik, pihaknya sependapat dengan terbuktinya Pasal 263 KUHP, tetang pemalsuan bukti autentik yang dilakukan terdakwa Agus Sofyan bersama enam orang terdakwa lainnya yang divonis berbeda-beda.

Baca Juga :   Mayat Membusuk Ditemukan Terapung di Sungai Blacan Muaragembong

“Pasal 263 KUHP-nya terbukti dan kita sependapat dengan Majelis Hakim, tapi vonis 1 tahun 6 bulan dari tuntutan Jaksa selama 4 tahun itu yang kita tidak sependapat. Makanya, kita banding,” katanya.

Namun, sampai sekarang diakuinya selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum menerima salinan putusan terdakwa Agus Sofyan dan kawan-kawan dari Pengadilan Negeri Cikarang.

Baca Juga :   Soal Tudingan LSM Master, Kasi Intel Kejari Kab Bekasi Beberkan ini

“Padahal sidangnya minggu lalu tapi sampai sekarang salinan putusannya kita belum menerima dari pihak Pengadilan Negeri Cikarang, tapi kalau untuk sikap banding aktanya sudah kita terima dari Panitera Pengadilan. Tinggal memory bandingnya kita siapkan,” jelas Taufik.

Ketika disinggung tidak langsung dilakukan penahanan terhadap para terpidana Agus Sofyan dan kawan-kawan, Taufik mengatakan, bahwa dalam putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cikarang, tidak ada perintah untuk melakukan penahanan terhadap para terpidana.

Baca Juga :   Razia Kamar Napi, Petugas Temukan Obeng, Korek Gas dan HP di Lapas Cikarang

“Terkait itu memang dalam putusan Majelis Hakim tidak ada perintah langsung ditahan, karena kita banding artinya putusan belum inkrah, sehingga tidak langsung ditahan. Kalo soal itu kewenangannya ada di Majelis Hakim,” tandasnya.(*)