Dinilai Lamban, Ombudsman RI di Demo Massa dari Bekasi

JAKARTA – Forum Warga Pilar Tertindas (FOWAPTI) dan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Bekasi serta Kota Bekasi melakukan Unjuk Rasa di depan Kantor Ombudsman Republik Indonesia, Selasa (17/11).

Aksi tersebut dikarenakan ketidakjelasan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) dari pihak Ombudsman RI perihal Kasus Tanah Pilar yang dinilai Maladministrasi.

Baca Juga :   Jamaludin Bersyukur, Gugatan Dugaan Kecurangan Pilkades Tanjungsari Diterima Bupati

“Iya, aksi ini kami lakukan untuk mengetuk hati nurani pihak Ombudsman RI perihal kelalaian dalam penanganan Kasus Tanah Pilar yang terindikasi Maladministrasi, dan ironinya kami menunggu hingga 1 tahun lebih, ini ada apa?” Jelas Naseh Kamaludin selaku Koordinator Aksi

Baca Juga :   Diduga Langgar Prokes, Wisata Waterboom Cikarang Disegel Tim Gugus Covid 19 Bidang Pariwisata

Lanjut Naseh, padahal satu tahun bukan waktu yang sebentar, harusnya Ombudsman sudah mampu mengeluarkan laporan akhir hasil pemeriksaan (LAHP).

“Apa salah mkemudian kami menduga-duga bahwa Obudsman bermain mata dengan pihak lain yang sedang berlawanan dengan kami, atau memang kerja Ombudsman ini melempem dan lamban,” tambahnya.

Baca Juga :   Gara-gara Pengeras Suara Masjid, Anak Pejabat Damkar Pecahkan Kotak Amal

Aksi demonstrasi yang berlangsung sejak pagi kemudian berakhir ketika ada beberapa perwakilan yang keluar membawa hasil pertemuan dengan pihak ombudsman. Dan hasilnya Ombudsman akan mengeluarkan berita acara secara resmi atas laporan warga terkait permasalahannya paling lambat terhitung tujuh hari masa kerja.(*)