Dinas Pariwisata Kab Bekasi Minta Pelaku Kepariwisataan Tetap Jalankan Protokol Kesehatan

CIKARANG – Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi menghelat kegiatan temu jasa usaha, pemasaran dan Pariwisata, di Hotel Sahid baru-baru ini.

Kepala Bidang Pemasaran Wisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Tri Cahyani menjelaskan, kegiatan tersebut sudah di laksanakan setiap tahunnya.

“Di dalamnya kita mengundang pengusaha pengelola restoran, hotel, akomodasi, tour travel , Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dan SPA. Apalagi sekarang ini berkaitan dengan adanya Pandemi Covid-19 ini, bagaimana kita berbuat strategi pengelolaan di masing-masing jenis usaha kepariwisataan tanpa mengurangi persyaratan penerapan Protokol Kesehatan jadi protokol kesehatan itu dinomor satukan,” katanya.

Baca Juga :   Ketua AOB Geram, BEKASI DARURAT BANJIR Akibat Pembangunan Yang Tidak Memperhatikan AMDAL Dan Alih Fungsi Lahan

Terkait strategi pemasaran terhadap jenis-jenis usaha tersebut kata Tri, dijelaskan oleh narasumber yaitu para dosen-dosen senior dari Stipar di bidang Kepariwisataan, selain itu ada dari martatilaar, ada penulis dan ada juga dari peneliti,” jelasnya.

Jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan ini berjumlah 260 orang yang terbagi dari restoran 80 orang, 60 orang dari hotel, 60 orang dari tour and travel, dan 60 orang dari SPA.

Baca Juga :   Perbaikan DAS Jadi Prioritas Pemkab Bekasi Tanggulangi Banjir

“Kegiatan berlangsung selama 4 hari dari Rabu, kamis, jumat kita berhenti, lalu kita mulai kembali hari senin hingga selasa, kegiatan ini kita adakan selama 3 kali berturut-turut dalam kurun tiga tahun terakhir ini, dan di masa Pandemi Covid-19 ini kita harus serius memberikan semangat, mental, motivasi kepada mereka yang terkena dampak, Maka dari itu kegiatan ini sangat di perlukan oleh para pengusaha tersebut,” ujar Tri.

Baca Juga :   Santri Pesantren Darut Taufiq, Galang Donasi Bantu Korban Banjir

Pada masa pandemi ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi berharap agar pelaku kepariwisataan tetap menerapkan adaptasi kebiasaan baru, seperti mewajibkan 3 M.

“Dinas Pariwisata berharap pelaku kepariwisataan wajib ikuti menjaga protokol kesehatan dan aturan yang ada, jadi yang mereka butuhkan terkait petunjuk teknis bagaimana menerapkan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak agar protokol kesehatan bisa di laksanakan,” pintanya.(*)