Cegah Pelanggaran Hukum, Kejari Kabupaten Bekasi Gelar Penyuluhan ke Tenaga Pendidikan

CIKARANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menggelar Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan Program Jaksa Sahabat Guru (JSG) secara daring di Gedung Command Centre Diskominfosantik, Selasa (9/02/2021).

Sebanyak 30 orang terdiri dari Para Kepala sekolah baik Guru di Tingkat Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Pertama di wilayah Kabupaten Bekasi ikuti acara tersebut.

Dalam kegiatannya, Bidang Intelejen Kejari Kabupaten Bekasi melakukan penyuluhan tentang potensi adanya pelanggaran hukum dalam Kegiatan Belajar dan Mengajar.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kabupaten Bekasi Lawberty Suseno mengatakan adapun materi yang disampaikan dalam penyuluhan hukum hari ini yaitu tentang potensi adanya pelanggaran hukum dalam Kegiatan belajar dan mengajar secara daring, Informasi dan Transaksi elektronik, Cyberbullying dan dampak buruk sosial media.

Program Jaksa Masuk Sekolah dan Program Jaksa Sahabat Guru itu di sambut baik oleh Pihak Sekolah

“Kegiatan Jaksa masuk sekolah tersebut disambut baik oleh peserta dibuktikan dengan dialog interaktif tanya jawab yang cukup panjang tentang materi sebagaimana yang dijelaskan oleh kami tentang program tersebut,” tutur Lawberty.

Pada kesempatan itu, Kasi Intel Kejari Kabupaten Bekasi Kembali mengingatkan bahwa penyuluhan hukum kepada para tenaga Pendidikan Tersebut Sangat Penting untuk mengimbangi kemajuan teknologi dan untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum

“Penyuluhan hukum terkait kegiatan belajar mengajar secara daring ini sangatlah penting. Makanya kami wajib menyampaikan karena kemajuan teknologi sekarang ini membuat adanya bentuk-bentuk hukum baru maupun undang-undang yang mengatur nya, dan juga agar para tenaga pendidikan dapat memahi potensi kerawanan pelanggaran hukum yang dapat terjadi dari penggunaan media elektronik yang dapat mendristribusikan informasi khususnya penggunaan internet,” ujarnya. (RED)