Bawaslu Diminta Serius Tangani Soal Laporan Caleg Diduga Pegawai PT. BBWM

Bagikan:

CIKARANG – Ketua Umum LSM Lembaga Independen Anti Rasuah (LIAR), Nofal, Kamis (1/2/2024), membongkar dugaan pelanggaran pemilu dan melaporkan ke Bawaslu Kabupaten Bekasi.

Adalah Caleg dari Partai Golkar dapil 1 nomor urut 7, Irham Firdaus yang dilaporkan ke Bawaslu. Laporan itu berkaitan dengan dugaan pelanggaran pemilu sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Dugaan pelanggaran ini muncul karena Irham Firdaus diduga tidak memenuhi syarat sebagai bakal calon anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan Pasal 240 Ayat 1 Huruf K, seorang bakal calon anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota harus mengundurkan diri dari jabatan sebagai Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, Aparatur Sipil Negara, anggota Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Republik Indonesia, Direksi, Komisaris, Dewan Pengawas, dan Karyawan pada Badan Usaha Milik Negara dan/atau Badan Usaha Milik Daerah.

Noval mengungkap jika
Irham Firdaus diketahui sebagai pegawai di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Bina Bangun Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi. Menurut Nofal, pihaknya menemukan informasi ini dari link infopemilu.kpu.go.id.

Dalam laman itulah menunjukkan bahwa Irham Firdaus tidak mengisi status pekerjaan dan jabatan saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif DPRD Kabupaten Bekasi.

“Hari ini kami telah melaporkan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan salah satu Caleg Golkar ke Bawaslu, sejumlah bukti telah kami lampirkan. Mohon serius tangani dugaan pelanggaran ini,” kata Nofal di kantor Bawaslu Kabupaten Bekasi.

Semua laporan sudah diserahkan pada Bawaslu, dan masyarakat menantikan tindak lanjut serius terkait ketidakpatuhan calon legislatif terhadap aturan dan undang-undang yang telah ditetapkan.(RED)

Bagikan: