Tingkatkan Kompetensi Lulusan, SMK Bina Prestasi Perkuat Kemitraan Dengan Dunia Usaha dan Industri

Bagikan:

CIKARANG – Pemerintah melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristek terus melakukan pengembangan-pengembangan terhadap sekolah vokasi. Salah satu fokus pengembangan yang dilakukan adalah penguatan program Link and Match, yaitu paket 8+i.

Dalam paket 8+i pada program Link and Match, salah satu kegiatan yang harus dilaksanakan oleh sekolah vokasi adalah Praktek Kerja Lapangan (PKL). Tentu pelaksanaan PKL ini sudah sejak lama dilakukan, namun dalam rangka untuk meningkatkan kualitas dari lulusan SMK maka perlu adanya pengembangan standar pelaksanaan PKL agar tercipta kualitas pembelajaran yang baik dari PKL.

Salah satu program pemerintah khususnya Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristek untuk merealisasikan program paket 8+i Link and Match adalah pemberian Bantuan Fasilitasi Kemitraan SMK dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri Tahun 2021. Bantuan ini merupakan upaya pemerintah dalam rangka membangun sumber daya manusia yang terampil dan unggul.

Guna mewujudkan program-program tersebut, SMK Bina Prestasi sebagai salah satu SMK penerima bantuan Fasilitasi Kemitraan SMK dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri Tahun 2021 mengundang pasangan industri/industri mitra, diantaranya adalah PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) dan PT. Gisma Cipta Sukses untuk menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Jejaring Mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Selain dihadiri oleh pasangan industri/industri mitra, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala SMK Bina Prestasi, Maulana Putra, SE.; Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Lenny Widiastuti, S.Pd., M.M.; Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri, Iwan Setiawan, S.Pd.; serta Ketua Kompetensi Keahlian dan Guru Produktif masing-masing keahlian.

Kepala SMK Bina Prestasi menyebutkan bahwa hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sekolah mampu membangun kerja sama yang lebih intens dengan industri, sehingga sekolah memahami kebutuhan industri dalam hal pelaksanaan PKL serta masing-masing Kompetensi Keahlian memiliki Rencana Aksi dalam pengembangan kompetensi peserta didik.

Dalam kegiatan ini, masing-masing kompetensi keahlian berdiskusi dengan perwakilan dari industri pasangan/industri mitra, yaitu Rakhmat Aji Pratomo dari PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) dan Joko Wiyono dari PT. Gisma Cipta Sukses untuk menghasilkan Rencana Aksi.

“Rencana Aksi Kompetensi Keahlian disusun atas dasar masukan-masukan dari industri pasangan/industri mitra dengan tujuan mengetahui kebutuhan mendasar dari industri terhadap calon peserta PKL maupun lulusan SMK,”ujarnya.

Menurut Asisten Manager Recruitment dan Training PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, Rakhmat Aji, kompetensi mendasar yang diperlukan oleh industri adalah attitude dan karakter. Kompetensi tersebut diantaranya adalah Keterampilan Komunikasi, Berpikir Kreatif dan Inisiatif, serta Percaya Diri.

“Semua kompetensi tersebut dapat dibangun menjadi satu kesatuan yaitu budaya industri, dan merupakan pondasi dari pengetahuan dan keterampilan teknis,”ungkap Rakhmat.

Sejalan dengan pernyataan dari Asisten Manager Recruitment dan Training PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, Rakhmat Aji. Management Representative PT. Gisma Cipta Sukses, Joko Wiyono menyebutkan bahwa permasalahan dari lulusan SMK adalah Softskill dan Karakter yang muaranya adalah implementasi budaya industri. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk melakukan pembiasaan budaya industri adalah standarisasi, penentuan reward dan punishment untuk pembentukan karakter peserta didik.

Oleh karena itu, kejelian pemerintah dalam melihat kebutuhan industri harus ditindaklanjuti oleh SMK untuk mengembangkan softskill peserta didik disamping penguatan pada segi pengetahuan dan keterampilan. Sehingga ketiga aspek tersebut mampu memenuhi harapan dari industri.(*)