Kepsek Jatimakmur Tegaskan Tidak Memperbolehkan Adanya Pungutan

Bagikan:
SDN Jatimakmur V

PONDOKGEDE – Kepala Sekolah SDN Jatimakmur V mengaku akan memanggil Komite Sekolah dan Dewan Kelas untuk mengevaluasi terkait adanya pungutan sebesar Rp350.000 untuk pembelian alat musik gamelan dan sound.

“Besok akan saya kumpulin, karena itu kan arahan komite sekolah, saya tidak mengarahkan seperti itu. Dalam dalam rapat komite hanya memaparkan program tahun ini yang belum diselesaikan karena anggaran tidak cukup, mungkin komite merespon apa yang saya paparkan. Apa yang dibahas dalam rapat komite saya tidak paham karena saya sudah tidak ada,” kata Dedi Supriyadi, saat dihubungi melalui selularnya, Jumat (26/11/2021).

Ia menuturkan, dalam rapat itu saya memaparkan bahwa SDN Jatimakmur V sedang mengembangkan budaya Sundacuma terkendala masalah anggaran, alat musik yang ada juga sudah rusak, dan mungkin komite sekolah merespon program tersebut.

“Dalam rapat itu juga saya ingatkan bahwa komite bisa bertindak melanggar UU Tipikor, saya sudah gambarkan. Karena sekarang itu sudah tidak boleh lagi ada pungutan ataupun iuran, yang ada itu sumbangan sukarela berapa pun nominalnya,”ujarnya.

“Makanya saat beredar ada pungutan langsung saya panggil Komite Sekolah, kalau sumbangan sukarela silakan saja. Kalau begini kan cita saya jadi jelek,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak memperbolehkan ada penhimpunan atau iuran yang telah ditetapkan nilai, walau pun boleh namanya sumbangan sukarela.

“Kalau pungutan tidak boleh, kalau sumbangan sukarela ya boleh saja,” tegasnya.(RON)