Pungut Ratusan Ribu Untuk Beli Alat Musik ke Siswa, Komite Sekolah SDN Jatimakmur V Bilang Pungutan itu Sifatnya Sukarela

Bagikan:
SDN Jatimakmur V

PONDOKGEDE – Sumbangan atau pungutan uang kepada peserta didik/orang tua murid masih kerap terjadi di satuan pendidikan, dengan dalih pembelian barang untuk menunjang sarana dan prasarana pembelajaran.

Namun demikian, banyak juga orang tua murid mengeluhkan sumbangan atau pungutan yang bersifat mengikat dan jumlah nominal ditentukan. Salah satunya, di SDN Jatimakmur V yang berlokasi di perumahan Duta Indah, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondokgede.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak sekolah melalui Komite Sekolah melakukan pengadaan untuk pembelian alat musik Gamelan dan sound sistem yang diperuntukan bagi kelas 1. Komite Sekolah membebankan biaya pembelian alat musik dan sound kepada peserta didik/orang tua murid.

Setiap peserta didik murid kelas 1 dipungut untuk memberikan sumbangan yang telah ditentukan sebesar Rp. 350.000.

Nilai pungutan yang besar, dirasa sangat memberatkan para orang tua murid, apalagi ditengah kondisi perekonomian saat ini yang masih sulit dirasakan masyarakat.

Ketua Komite Sekolah SDN Jatimakmur V Muhammad Mahmud Hasyim

Ketua Komite Sekolah SDN Jatimakmur V Muhammad Mahmud Hasyim, saat dikonfirmasi Rabu (24/11/2021) membantah mematok sumbangan untuk pembelian alat musik gamelan dan sound sebesar Rp350.000 kepada orang tua murid. Dia mengatakan sumbangan tersebut sifatnya hanya sukarela.

“Kebetulan saya mendengar apa yang disampaikan pungutan sebesar Rp. 350.000. Hari ini saya ingin luruskan, bahwa pungutan sebesar Rp350.000 itu adalah sifatnya sukarela,” kata Muhammad Mahmud Hasyim, Rabu (24/11/2021) di SDN Jatimakmur V.

Ia menceritakan sebelum ada itu (sumbangan), pihaknya selaku komite telah mengumpulkan wali murid melalui dewan kelas. Menurutnya wali murid dengan kepala sekolah harus singkron secara baik. Tanpa ada perhatian dari wali murid sekolah tidak akan maju dengan baik.

“Kita sampaikan kepada wali murid, betul kita punya alat musik dan sound, tapi sudah rusak akibat terkena banjir. Lalu komite sekolah ingin kembali mengadakan alat-alat kesenian seperti angklung, degung berikut dengan sound sistemnya,” ujarnya.

Saat ditanya lagi berapa besar pungutan kepada setiap peserta didik, Muhammad Mahmud Hasyim tidak menjelaskan secara gamblang nominal. Namun ia memberikan gambaran nominal sumbangan yang harus diberikan.

“Memang sukarela, tapi kita kasih gambaran jumlah sekian, jadi nominalnya kurang lebih Rp350.000 per siswa. Jadi uang itu bisa digunakan untuk membeli alat musik baru dan sound baru, sesuai dengan standar (sekolah) kita,” ujarnya.

Ia berharap kepada wali murid, wali kelas dan dewan kelas, apabila tidak setuju dalam rapat-rapat agar berbicara denga komite sekolah dan tidak disebar luaskan ke luar.

“Ketemu aja dulu dengan komite sekolah, kita bicarakan dan selesaikan bersama, dan cari jalan keluar yang terbaik,” pungkasnya. (RON)