Ini Kata Lurah Soal Proyek Taman Bermain Di RW 05 Jatiranggon yang Dikeluhkan Warga

Bagikan:

JATISAMPURNA – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) melaksanakan kegiatan pengadaan taman bermain yang berlokasi di lingkungan RW 05 Kelurahan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna, tepatnya dilapangan sepakbola Kelurahan Jatiranggon.

Proyek yang sumber dananya dari APBD Kota Bekasi tahun 2021 dengan nilai kontrak Rp 97 juta lebih, dikerjakan oleh pihak ketiga yakni CV. ASA dengan no kontrak 602.21/SPK-5.2.01.230/E-PL/PPK-Rumkin/DPKPP.

Pantauan dilokasi, proyek taman bermain terlihat tidak rapih dan diduga asal jadi.

Bahan material yang digunakan untuk lantai juga tidak ramah anak dan bisa membahayakan anak-anak. Pasalnya material yang digunakan memakai batu gunung, bukan konblok. Alhasil permukaan lantai taman tidak rata, dan banyak material batu yang runcing sehingga membahayakan kaki anak-anak saat bermain.

Begitu juga dengan sarana arena bermain terlihat, ada beberapa sudah mulai mengelupas catnya, padahal proses pembangunan masih berjalan.

Endang Sulaiman selaku tokoh pemuda kelurahan jatiranggon menyoroti proyek taman bermain lapangan depan Kelurahan Jatiranggon, yang terkesan kurang tidak rapih dan diduga asal jadi.

Endang yang juga mewakili warga dan RW setempat meminta kepada dinas terkait untuk segera menindak lanjuti keluhannya.

“Saya berharap kepada pemangku jabatan diatas agar dengan dana anggaran segitu dapat sesuai pembangunannya,” ujarnya belum lama Ini.

Sementara, Lurah Jatiranggon, Dedi Suryadi saat ditemui dikantornya menuturkan proyek taman bermain yang berada dilapangan depan Kelurahan terlihat belum memuaskan dan masih banyak yang harus diperbaiki.

“Pembangunan terlihat kurang elok dipandang mata, penyelesainnya kelihatan asal jadi, kemudian tidak dicat biar lebih indah,” ujar Dedi Suryadi, Jumat (5/11/2021).

Pihak pelaksana proyek taman bermain tidak pernah berkoordinasi dengan pihak kelurahan terkait pembangunan tersebut. Dirinya juga sempat menanyakan ke pelaksana proyek untuk menunjukan gambar jadi taman bermain, namun tidak diberikan.

“Sampai saat ini, saya belum pernah ketemu dengan pelaksana proyek. Karena pada saat pertama pembangunan saya hadir dilokasi menanyakan gambar awal dan akhir seperti apa?, tapi sampai hari ini belum pernah ditunjukan gambar jadinya taman bermain tersebut,” tuturnya.

Dedi mengatakan sudah melaporkan ke dinas terkait soal proyek taman bermain tersebut untuk mendapatkan perhatian.

“Alhamdulillah, ada perhatian dari Dinas dan ada perbaikan. Kalau pihak kelurahan tidak menyampaikan mungkin belum diperbaiki,” ungkapnya.(RON)