Pertigaan Sumir Sering Terjadi Kemacetan, Pemda dan Dewan Diminta Carikan Solusi

Bagikan:
Kemacetan yang terjadi setiap hari di pertigaan Sumir dikeluhkan pengguna jalan

BEKASI KOTA – Kemacetan di wilayah Kota Bekasi masih dirasakan oleh pengguna jalan. Sejumlah titik persimpangan di Kota Bekasi menjadi lokasi rawan Kemacetan.

Salah satunya, kemacetan yang sering terjadi di pertigaan Sumir, Jatiwarna, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi. Banyak masyarakat dan pengguna jalan mengeluhkan kemacetan di persimpangan di perbatasan antara wilayah Kota Bekasi dan Jakarta tersebut.

Informasi dihimpun, kemacetan di pertigaan Sumir yang berlokasi di jalan raya Ujung Aspal- Pondokgede, sudah terjadi menahun, dan sampai saat ini belum ada solusi untuk mengurai kemacetan di pertigaan Sumir.

Pantauan dilokasi, kemacetan di pertigaan Sumir sangat krodit. Pengguna jalan dari arah Bambu Apus maupun dari jalan raya ujung aspal saling berebut melintas, sehingga terkesan semrawut lalu lintasnya.

Terlihat juga tidak ada petugas yang berjaga untuk mengatur lalu lintas di pertigaan Sumir.

Agung Sulistio, pengguna jalan yang setiap hari melintasi pertigaan Sumir menuturkan kemacetan di pertigaan Sumir terjadi setiap hari, dan tidak mengenal waktu.

“Hampir setiap hari macet (pertigaan Sumir), mau pagi, siang ataupun sore terjadi kemacetan,” kata Agung dengan nada kesal.

Menurutnya, Pemerintah Daerah harus bisa mencarikan solusi untuk mengurai kemacetan di pertigaan Sumir.

Selain itu, Agung juga mempertanyakan kinerja dan fungsi pengawasan Anggota Legislatif dapil Pondokmelati-Pondokgede terkait permasalan kemacetan pertigaan Sumir.

Padahal, Kata dia di pertigaan Sumir terpasang baliho yang cukup besar dari salah satu anggota Legislatif Kota Bekasi dapil Pondokmelati-Pondokgede.

“Itu ada baliho cukup besar Anggota Legislatif, saya yakin dia tahu kemacetan yang sering terjadi di pertigaan Sumir. Namun, apakah hal ini sudah mewakili masyarakat untuk bisa menuntaskan permasalahan kemacetan di pertigaan Sumir. Anggota Legislatif jangan hanya memasang baliho, yang bisa menambah rusak estetika di wilayah tersebut,” ujar Agung, Selasa (2/11/2021).

“Kami sebagai pengguna jalan ingin masalah kemacetan di pertigaan Sumir bisa dicarikan solusi, baik dari anggota Legislatif maupun Pemerintah Daerah,” pungkasnya.(RON)