Disdukcapil Kota Tangerang Kembali Galakkan Layanan Jemput Bola Pembuatan KK dan KIA

Bagikan:

Sempat terhenti, saat kasus covid-19 tinggi-tingginya dan pada PPKM Level 4. Kini, layanan jemput bola pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Identitas Anak (KIA) kembali digalakkan Disdukcapil, salah satunya di wilayah Kecamatan Pinang, Jumat (29/10/21).

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil, Kota Tangerang, Sri Warsini mengungkapkan bersama Kecamatan Pinang memang rutin dilakukan seminggu sekali, secara bergilir di 11 kelurahan di bawah Kecamatan Pinang. Secara teknis, yaitu mendekatkan lokasi pemohonan pembuatan KK dan KIA, kepada masyarakat.

“Biasanya, kami membuka gerai ditingkat RW, sehingga masyarakat tak perlu jauh-jauh ke Kelurahan atau Kecamatan bahkan ke kantor Disdukcapil. Melalui layanan jemput bola ini, akan lebih dimudahkan, lebih cepat dan pastinya langsung jadi, gratis tanpa biaya,” ungkap Sri.

Ia pun menjelaskan, program ini tak hanya dilakukan di Kecamatan Pinang saja. Namun, dilakukan di 13 kecamatan secara berkala, sesuai permintaan kecamatan atau kelurahan setempat. Dengan itu, masyarakat dapat melakukan permohonan program jemput bola untuk wilayahnya ke kelurahan setempat.

“Pada prinsipnya, Disdukcapil siap disetiap hari kerja pada program jemput bola ini. Tak hanya KIA dan KK, Disdukcapil juga siap melayani door to door perekaman e-KTP. Biasanya diperuntukan bagi para lansia atau ODGJ yang kesulitan menjangkau kantor Disdukcapil,” katanya.

Ia pun berharap, melalui program ini pendataan kependudukan warga Kota Tangerang dapat terus tertangani, dan terus terupdate. “Sehingga, data kependudukan warga Kota Tangerang untuk keperluan kesehatan atau lainnya dapat dijalani tanpa adanya kendala,” harap Sri.

Sementara itu, Hernani salah seorang warga Pinang mengaku sangat terbantu dengan layanan jemput bola ini. Pasalnya, ia agak kesulitan pergi jauh dengan dua anaknya untuk menjangkau lokasi perekaman KIA.

“Kalau dekat begini, masih di satu RW kan jadi dekat, mudah dan cepat. Pada prosesnya juga tidak ada yang dipersulit. Ya, semoga saja layanan-layanan lainnya bisa juga mudah seperti ini,” tutur Hernani.(*)