ODOB Gowes Sejarah, Susuri Asal Muasal Nama Daerah Ciangsana Bogor

Bagikan:


Komunitas Onthel Die Oud Batavia (ODOB) untuk kesekian kalinya menyelenggarakan gowes sejarah, yang dilakuka setiap akhir pekan.
Kali ini ODOB akan menyingkap sejarah asal muasal nama Ciangsana, desa yang terletak disisi tenggara Pondok Gede.
Ciangsana yang saat ini masuk wilayah Bojongkulur, Kabupaten Bogor menjadi sangat dikenal karena dibukanya akses perumahan Kota Wisata dan sekitarnya.
Apalagi jalan raya yang menghubungkan wilayah Jatiasih hingga Transyogi Cibubur ini dalam kondisi yang sangat bagus, sehingga menjadikan akses jalan yang asik untuk gowes ke spot spot di sekitar wilayah tersebut.
Ciangsana berasal dari kata Ci = pusaran air sungai, dan Angsana = Pohon berbunga kuning.
Informasi ini didapat dari hasil survey Andre Pranaza (Pendiri ODOB) dan Yuli Permana (Pembina ODOB) serta penggalian informasi dari warga setempat di dekat Makam Kramat Ciangsana yang mereka temui.
Ditambah dan dilengkapi penelusuran sejarah melalui sebuah hipotesa (tesis) dari pengamat sejarah, yang menceritakan bahwa : Desa Ciangsana dibuka dan dibangun oleh Syech Kapitan Saleh, salah seorang Perwira Kerajaan Mataram Islam yang membuka jalan dari arah Ibukota Mataram melalui Sumedang, Buitenzorg dan mengumpulkan kekuatan di Ciangsana ini (Bogor), guna menyerang Benteng Batavia dimana Belanda melakukan monopoli perdagangan yang merusak lajunya perdagangan dari Sunda Kalapa hingga Mataram.
Hutan Angsana yang banyak tumbuh disanapun pun dibabat oleh Eyang Buyut Sita yakni salah satu orang kepercayaannya.
Menetapnya mereka disana sekaligus menyebarkan pengaruh Agama Islam yang akhirnya dikemudian hari warga Sunda Hindu (wiwitan) pribumi pun memeluk agama Islam.
Setiap kegiatan Gowes ODOB selalu memberikan makna dan pengalaman sejarah budaya bagi para anggotanya, dan itu sebabnya kegiatan gowes seperti ini menjadi salah satu kegiatan unggulan dari Komunitas Onthel yang berbasecamp di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, Jakarta Timur ini.(*)