BPBD Kabupaten Bekasi Mulai Koordinasi Siaga Banjir

Bagikan:

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln

CIKARANG – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) awal musim hujan tahun ini mulai Oktober. BPBD sudah memetakan wilayah bencana hingga teknis bencana alam meteorologi, yakni banjir, tanah longsor, angin puting beliung.
“Sudah kita koordinasikan, kita semua harus sudah siap,” katanya.
Untuk wilayah yang rawan banjir berada di Kecamatan Tambun Selatan, Pebayuran, Kedungwaringin, Cabang Bungin, Muaragembong, dan beberapa kecamatan lainnya di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS).
“Berdasarkan pengalaman awal tahun 2021. Hampir semua kecamatan terdampak banjir, kebanyakan wilayah DAS utama,” ujarnya.
Untuk itu, warga Kabupaten Bekasi diminta untuk waspada bencana. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah memiliki 46 perahu, untuk evakuasi warga jika terjadi banjir. Selain itu, BPBD juga akan mengajukan pengadaan kurang lebih 10 perahu lagi. Hal itu dilakukan, setelah rapat dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, bahwa ada 55 titik rawan longsor tanggul dan banjir.
“Ini harus diantisipasi, baik peralatan maupun logistik. 55 titik itu di sepanjang DAS Citarum, berarti ada Kedung Waringin, Pebayuran, Cabangbungin, dan Muaragembong,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama pemerintah pusat sedang melakukan normalisasi di beberapa tempat dan membuat tanggul penguat di DAS permukiman warga.
BPBD Kabupaten Bekasi, kata Henri, juga sudah menggandeng relawan-relawan untuk membantu evakuasi, dan penyaluran logistik ketika banjir.
“Relawan komunitas yang terdata itu 78 komunitas. Satu komunitasnya bisa lebih dari 20 orang. Berarti ada ratusan relawan yang siap membantu personel BPBD dilapangan nantinya,” jelasnya.