BPBD Ingatkan Warga, Hujan Mulai Turun Siaga Antisipasi Banjir

Bagikan:

CIKARANG – Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bekasi Muhammad Said, mengungkapkan ada 153 titik banjir di 20 kecamatan yang merupakan kawasan rawan banjir saat musim penghujan.
Berkaitan dengan turunnya hujan, Said meminta warga yang berada di 20 kecamatan waspada datangnya banjir musiman lantaran saat ini wilayah Bekasi dan sekitarnya tengah diguyur hujan sejak dini hari.
“Belum ada laporan masuk (terkait banjir). Hujan yang turun dari tengah malam sampai siang itu bisa dihawatirkan menyebabkan genangan hingga banjir di beberapa wilayah. Mengacu pada banjir awal 2021, ada 153 titik banjir di 20 kecamatan dari 93 desa di Kabupaten Bekasi,” katanya.
Untuk antisipasi, BPBD menyiagakan perahu karet di setiap kecamatan Kabupaten Bekasi, satu kecamatan bisa terdapat 2 sampai 3 perahu.
“Ada yang 1, ada yang 2 tetapi tentu lebih banyak yang kita siapkan di kantor,” ujarnya.
Titik paling rawan dan terparah terjadi banjir yang diawasi oleh BPBD Kabupaten Bekasi manakala hujan deras terjadi yaitu, Tambun Selatan, Cibitung, Tambun Utara, Pebayuran, Muara Gembong, Cikarang Timur, Cikarang Pusat, Cikarang Utara, Setu, dan Cikarang Selatan.
“Titik terparah di Pebayuran, Cabangbungin dan Muaragembong,” jelasnya.
Said mengatakan, hingga saat ini BPBD Kabupaten Bekasi memiliki 45 perahu karet dan delapan mesin tempel (motor penggerak) yang siap digunakan untuk mengevakuasi warga. Peralatan tersebut bahkan sudah disebar ke beberapa titik rawan banjir di Kabupaten Bekasi.
“Kita prioritaskan di titik-titik dengan tingkat kerawananya tinggi,”
Namun, dengan armada yang tersedia saat ini, kata Said, jumlah tersebut masih jauh dari kata cukup seandainya terjadi banjir secara masif seperti yang terjadi di Pebayuran pada awal tahun 2021 lalu.
“Bahwa ketika bencana banjir secara masif, meskipun kita punya peralatan perahu seratus, itu belum cukup juga,” ujar Said.