2.000 Warga di TPAS Burangkeng Divaksin Gratis

Bagikan:


SETU – Badan Pimpinan Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bersama PT Maming Enam Sembilan menggelar vaksinasi massal yang terletak di Jalan Tol Cibitung-Cimanggis yang sangat dekat dengan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng, Kamis (30/9/2021).
Sejak pagi masyarakat sudah berdatangan ke lokasi. Tenda tempat vaksinasi digelar tepat berada di bawah kolong tol. Mereka antre satu per satu untuk menunggu giliran divaksin setelah melewati skrining.
Usai vaksinasi, mereka mendapat susu steril dan roti sebagai kudapan untuk menunggu sebagai antisipasi KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi). Setelah itu mereka diperbolehkan membawa pulang sekarung beras 10 kilogram.
Ketua Umum BPP Hipmi, Mardani H.Maming, menjelaskan pihaknya sudah menggelar beberapa kali vaksinasi massal di sejumlah daerah.
“Ini sudah kita adakan bukan hanya di Bekasi, sebelumnya kita sudah di Banten, Jatim, Soli, Kalimantan Selatan, dan terakhir Jawa Barat,” katanya.
Dia memperkirakan lewat program Hipmi tersebut sudah 150.000 warga Indonesia yang divaksin. Dia berharap Hipmi turut membantu pemerintah dalam mencapai herd immunity.
“Mudah-mudahan dengan banyaknya yang divaksin cepat pulih masalah ekonomi, kata dia.
Sementara itu Ketua Umum Hipmi Kabupaten Bekasi, Azmi Robbani, mengatakan kegiatan yang dikhususkan bagi pejuang kebersihan berjalan lancar.
“Pada hari ini kita menjadi tuan rumah mewakili Jawa Barat. Ini rangkaian kegiatan Hipmi Pusat. Alhamdulillah, terlaksana 2.000 dosis,” katanya.
Dosis kedua nanti akan dijadwalkan pada 28 Oktober 2021. Alasan memilih TPAS Burangkeng, kata Azmi, karena Hipmi pusat meminta mencari titik yang tidak tersentuh.
“Kita anggap ini daerah yang tidak tersentuh, lalu juga tepat pembuangan sampah ini rawan terhadap penyakit termasuk corona,” demikian dia.
Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan, menjelaskan di Kabupaten Bekasi saat ini sudah 59,9 persen masyarakat yang menjalani vaksinasi dosis pertama.
“Angka 70 persen bisa kita raih jika ada bantuan seperti Hipmi ini. Kita sekarang sudah 59,5 persen, mungkin dengan hari ini persen,” kata dia.
“Itu baru dosis 1. Dosis 2 warga baru 27 persen. Dosis 2 kita berharap semua bisa difasilitasi dan diajak untuk berkunjung lagi untuk dosis kedua,” sambung Dani yang juga menjabat sebagai kepala pelaksana BPBD Jawa Barat itu.
Lanjut dia, sebenarnya secara tingkat kesembuhan Kabupaten Bekasi sudah tinggi, akan tetapi karena kriteria daerah level 2 harus mencapai 70 persen jumlah vaksinasi, maka Kabupaten Bekasi masih level 3.(*)