Polrestro Bekasi Kota Gelar Vaksin Mobile Di Bekasi Selatan

Bagikan:


KOTA BEKASI – Gerai Vaksin Merdeka Aglomerasi sudah dilakukan namun untuk percepatan vaksin kepada masyarakat Polres Metro Bekasi kota juga melaksanakan ops yustisi dan door to door untuk vaksin bagi yang belum vaksin dan salah satunya Polres Metro Bekasi Kota gelar vaksin Mobile di wilayah Galaxi, kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan pada Jumat (24/09/21) malam.
Dikatakan Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP. Rama Samtama Putra bahwa ada 112 Gerai Vaksin Merdeka Aglomerasi yang tersebar di 56 kelurahan, yang dilakukan pada pagi hingga sore hari.
“Namun demikian, untuk menjaring animo masyarakat pada malam hari, khususnya para pedagang yang beraktifitas di malam hari dan belum divaksin, kita juga menyelenggarakan vaksin mobile, ini dilengkapi dengan tim baik dari nakes maupun anggota untuk input data,”kata AKBP Rama Samtama Putra.
Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Rama Samtama Putra didampingi Kabag OPS Kompol Agus Rohmat memantau langsung jalannya vaksin.
“Ini sebagai bagian dari upaya percepatan akselerasi cakupan vaksinasi di Bekasi Kota, sebenarnya sudah dari yang lalu-lalu, khususnya tiga hari lalu sebenarnya ada 1112 gerai,”ujar AKBP Rama Samtama Putra.
Wakapolres menuturkan, bahwa vaksin di malam hari dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Ini menjaring, ada pertama tadi di alun-alun dan sekarang di daerah Bekasi Selatan, cukup banyak ternyata, jadi warga masyarakat yang mungkin siang terlalu sibuk, kegiatan kemudian malam, pada saat mencari makan, ternyata antusias sangat tinggi,” imbuhnya.
Dengan menggunakan mobil kesehatan, petugas menyasar para warga yang sedang berada di tempat makan. Mereka ditawari vaksin secara gratis oleh petugas.
Berdasarkan pemantauan, masih banyak warga yang belum menjalani vaksin. Darsono (28), salah satu warga yang ikut menjalani vaksin bersama dengan istrinya mengaku senang dengan adanya vaksin mobile, walaupun warga Brebes, Jawa Tengah ini mengaku takut dengan jarum suntik.
“Saya belum pernah divaksin, sebenarnya takut banget sama jarum suntik, tapi tadi selesai vaksin biasa aja ternyata,” katanya.
Tidak semua warga yang ditemui dapat menjalani vaksin. Indra Lesmana (29), salah satu orang yang dinyatakan tidak dapat menjalani vaksin karena masalah kesehatannya.
“Sebenarnya sayang ingin vaksin, cuma tadi pas cek kesehatan, saya punya alergi berat jadi disarankan untuk ke rumah sakit atau puskesmas,” kata Indra.
Namun, ia tetap akan berusaha agar dirinya dapat divaksin karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan dirinya memiliki sertifikat vaksin.
“Ya karena sekarang ditempat kerja harus ada surat vaksin, saya akan tetap coba untuk bisa divaksin,” tandasnya.(*)