Banyak Pekerjaan Rumah, JAPMI Berharap Pj Bupati Bekasi Tidak Larut Dalam Euforia Jabatan Baru

Bagikan:

Kantor Pemerintahan Kabupaten Bekasi

CIKARANG – JAPMI Mengucapkan selamat atas di lantiknya Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdani pada tanggal 22 juli 2021 kemarin.
JAPMI berharap agar Bapak Dani Ramdani pasca dilantik sebagai PJ Bupati Bekasi tidak larut dalam dalam euforia dan seremonial jabatan barunya karena mengingat tugas PJ Bupati bekasi yang diemban mempunyai tanggunggung jawab besar, setelah Bupati Bekasi Eka Supriatmaja tutup usia.
“Banyak “Pekerjaan Rumah” yang harus di selesaikan, yang tentunya akan di bebankan ke beliau sebagi PJ Bupati bekasi, dari kekosongan Jabatan atau Rangkap Jabatan sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas di beberapa SKPD yang kami kwatirkan efeknya nanti akan tumpang tindi tugas dan saling lempar tanggung jawab pada akhirnya berdampak kepada Pelayanan masyarakat Kabupaten Bekasi yang kurang maksimal,” Demikian kata JAPMI dalan keterangan tertulisnya, Jumat (23/7/2021).
“Persoalan tersebut menurut kami membutuhkan karakter leadership yang kuat agar dapat memenejerial dan mengkordinasikan beberapa SKPD tersebut sehingga PJ Bupati tidak terbawa arus keadaan dan dapat memberikan warna perubahan kearah yang lebih baik di Kabupaten Bekasi,” ujar JAPMI
Selanjutnya terkait pembangunan infrastruktur, JAPMI menyakini masih menyisahkan masalah dan membutuhkan solusi terbaik sehingga tidak menciptakan kegaduhan dimasyarakat.
Selain itu yang tidak kalah pentingnya dan menjadi prioritas tugas bagi PJ Bupati Bekasi adalah penanganan pendemi virus covid 19 di Kabupaten Bekasi.
“Sebagai PJ Bupati Bekasi Dani Ramdani otomatis menjadi ketua Satgas Penanganan Covid-19 dan tugas beliau tidak hanya berkordinasi dan turun kebawa, tatapi sebagai Pj Bupati Bekasi harus memastikan dan menimalisir kelaian terkait admistratif dan penganggaran penanganan pandemi Covid-19. Karena beliau bukan lagi hanya Kepala BPBD Propinsi Jawa barat tetapi PJ Bupati yang menahkodai Kabupaten bekasi yang kita cintai ini,”tutur JAPMI
Seperti yang kita ketahui bersama di tahun 2020 yang lalu Kabupaten Bekasi Menganggarkan Angaran covid -19 yang berasal dari Refokusing APBD Kabupaten Bekasi tahun 2020 sebesar Rp. 1,3 Triliun.
Meski demikian JAPMI menilai penyerapan hanya kisaran 187 Miliaran itupun tidak dirasakan seratus persen oleh masyarakat kabupaten Bekasi dikerenakan ada dugaan Kelebihan pembayaran pajaka PPN dan PPh yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD Kabupaten Bekasi dan RSUD Cibitung Kabupaten bekasi sehingga dugaan Kelebihan pembayaran pajak tersebut kisaran Rp9 Miliar.
“Jelas ini melukai hati dan mencederai kepercayaan masyarakat Kabupaten Bekasi terhadap birokrasi kabupaten Bekasi, karena jika kelalaian Anggaran tersebut tidak terjadi, Anggaran tersebut dapat membantu meringankan beban yang di hadapi masyarakat ekonomi menengah kebawah yang sadang berjuang untuk tetap bertahan hidup di tengah menghadapi pademi Covid-19,” tandasnya.
JAPMI berharap Bapak PJ Bupati Bekasi yang segudang pengalaman ini telah mempunyai formulasi dan strategi untuk memaksimalkan penyerapan anggaran dan meminimalisir kelalaian-kelaian dalam pengelohan Anggaran terutama Anggaran terkait Penanganan Pandemi Covid-19 sehingga masyarakat kabupaten Bekasi dapat merasakan kehadiran pemerintah untuk berjuang bersama-sama menghadapi pandemi.
Terakhir, JAMPI berharap Ada keterbukaan Informasi terkait kegiatan yang menggunakan APBD kabupaten bekasi yang berasal dari masyarkat.
“Kami di kabupaten Bekasi sangat sulit untuk mengakses keterbukaan informasi Publik, padahal untuk menciptakan Good governace dan clean governance salah satunya keterbukaan informasi publik dan keterlibatan masyarakat sebagi Civil Society dalam pembangunan daerah. Sekalagi selamat atas dilantiknya Dani Ramdani dan selamat datang di kabupaten bekasi,”pungkasnya.(**)