Proyek Rp 14,7 Miliar di Cikarang, PT.Indi Daya Karya Pastikan Keruk Sedimentasi SS Kedunggede

Bagikan:

JAKARTA – Wakil Projet Manager PT.Indi Daya Karya, Wimbi Waseso Aji, Sabtu, (3/7/2021), menjelaskan , berkaitan dengan pekerjaan rehabilitasi SS Kedunggede di wilayah Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, pihaknya terus berupaya mendatangkan alat Ampibi untuk mengangkat sedimen yang berada di badan kali.
Hal tersebut dijelaskan lantaran puluhan masyarakat setempat melakukan protes dengan menduduki alat berat yang sedang parkir dipinggiran kali.
“Kemarin itu kan warga minta sedimentasi yang ditengah itu diangkat, itu saya sudah mengajukan dari bulan Mei ke BBWSC Citarum, pemberi pekerjaan kita. Cuma setiap pengajuan untuk alat ampibi harus dengan prosedur, karena ada proses dan perhitungannya. Karena memang kontrak kita diawal gak pakai ampibi, tapi karena sedimen ditengah itu gak bisa diangkat, otomatis kita mengajukan alat ampibi,” kata Wimbi.
Wimbi mengetahui adanya protes dari warga setempat berawal dari surat pernyataan yang pernah dibuatnya pada Tanggal 26, Bulan April. Dalam surat yang dia tandatangani itu menjelaskan, pertama, PT.Indi Daya Karya bersedia melakukan pengerukan sedimentasi ditengah saluran irigasi menggunakan alat berat eksavator amfibi. Poin dua, PT. Indi Daya Karya melaksanakan pengerukan sedimentasi mulai Juni 2021 sampai dengan selesai.
“Nah terus hari ini warga itu nagih pernyataan, karena kita bikin surat pernyataan, bawah kita bersedia mendatangkan alat ampibi di Bulan Juni. Tapi karena banyak tim kita yang kena Covid, sama di Bandung juga di lokdown gak bisa masuk, kemudian ditanbah lagi kordinasi kita dengan kantor pusat BBWSC CItarum itu agak sulit,” jelasnya.
Namun Wimbi menegaskan, sudah mendapatkan komunikasi dengan salahsatu Kepala Bidang di BBWSC agar bisa segera mendatangkan ampibi.
“Ini kebetulan tadi udah jawaban dari Kepala Bidang pelaksananya Pak Yan Rusanto langsung, minggu depan udah bisa turun. Jadi itu aja informasinya. Bukan terkendala, memang ada prosedurnya pengajuan alat ampibi, kemudian kondisi PPKM Darurat, jadi mau urus-urus administrasinya agak susah. Bukan kita gak nurunin, ini karena proses dan prosedurnya yang tidak memungkinkan, kalau minta hari ini-hari ini juga datang, itukan gak mungkin, ujarnya.
Dia menjelaskan, pekerjaan itu dalam kontrak selama 240 hari, pekerjaan dimulai akhir Bulan Maret dan selesai di Bulan November akhir tahun 2021.
“Sampai hari ini masih berjalan pekerjan, kita selesai November akhir. jadi, kita sudah jelasin ke warga bahwa kita tidak mungkin meninggalkan pekerjaan kita disitu dan kita masih tanggungjawab. Insya Allah, alat ampibi sudah datang kalau gak ada kendala. Kita sudah ukur volume yang harus diangkat mengggunakan ampibi itu berapa, harga tinggal tunggu dari kementerian PU yang memberikan pekerjaan. Paling lama di pertengah Bulan Juli,” tegas Wimbi seraya memastikan perusahaan-nya bertanggungjawab.
Sebelumnya diberitakan, proyek rehabilitasi saluran sekunder (SS) irigasi Kedung Gede di Kampung Ranca Iga Sampora, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur yang dilaksanakan PT.Nindi Daya Karya dengan Nomor Kontrak HK.02.01/PPK-IRG.I/SNVT-PJPAC/06/2021/08, dengan nilai Rp.14.7 Miliar digeruduk warga Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Warga menyesalkan pihak pelaksana PT.Nindi Daya Karya dinilai mengingkari surat pernyataan yang buat di Bulan April 2021 ditandatangani Wakil Projet Manager PT.Indi Daya Karya, Wimbi Waseso Aji. Dalam surat pernyataan tersebut, pelaksana mengangkat sedimentasi di Bulan Juni, sampai saat ini belum juga mengangkat sedimentasi tanah.