Pandawa Tuntut Batalkan Pengadaan Mebeulair Rp30 Miliar

Bagikan:


BEKASI TIMUR – DPRD Kota Bekasi diminta untuk membatalkan pengadaan mebeulair 2021 yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kota Bekasi senilai Rp30 Miliar.
Hal itu disampaikan Pergerakan Anak Muda dan Warga (Pandawa) Bekasi saat lakukan aksi Demo di Gedung DPRD Kota Bekasi, jalan Chairil Anwar Kalimalang, Bekasi Timur, Senin (29/3/2021).
Korlap Naufal Supratman mengatakan rencana pengadaan meubeler tahun 2021 senilai Rp. 30 miliar untuk SD dan SMP yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kota Bekasi baiknya dipertimbangkan untuk dibatalkan.
Hal tersebut merujuk pada belum dimulainya kegiatan belajar tatap muka karena Pandemi Covid 19 yang terpaksa memberlakukan proses belajar mengajar via daring atau online guna mencegah penyebaran Virus Covid 19.
“Kondisi Pandemi Covid memaksa Pemerintah Daerah untuk bijak dalam mengatur anggaran. Karena harus memprioritaskan atau lebih memprioritaskan Sektor Kesehatan dan Sektor ekonomi. Bukan berarti mengabaikan Sektor lainnya. Tetapi Pemerintah daerah juga harus jeli dalam membaca Urgensi dan Skala prioritas dalam kebijakan anggaran,” ujar Naufal dalam keterangan tertulisnya.
menurutnya, anggaran Pengadaan Meubelair ini harus terpublikasi secara utuh. Apalagi kata dia pertanyaan – pertanyaan sumbang kerap muncul sebagai bentuk Controling stake holder atas kecurigaan.
Pertanyaan yang muncul, seperti setiap tahunnya berapa anggaran Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang digelontorkan untuk pembelian Meubelair? Lalu, Ketika membeli Baru maka Meubelair tersebut tercatat sebagai Aset Pemkot Bekasi, kini berapa total aset Meubelair yang dimiliki Dinas Pendidikan? Apakah ada penghapusan Aset atas Meubelair bekas ? Jika tak sesuai antara Meubelair yang dibeli dan Meubelair yang ada dan tercatat, siapakah oknum yang menghapuskan aset Meubelair tersebut? Apakah Oknum Kepsek, UPTD/sejenisnya, atau oknum pejabat Disdik? Berapa tahun kekuatan Meubelair tersebut?
“Kalau bukan atas sikap kritis anggota Dewan dan Pemerhati Pendidikan, tentu kita tidak akan tahu bahwa Disdik Kota Bekasi tahun ini kembali menggelontorkan anggaran 30 Milliar untuk pembelanjaan Meubelair. Tidak Urgensi dalam pengadaan meubelair tersebut menjadi sorotan tajam berbagai pihak,”ungkapnya.
Selain itu, ada isu yang beredar, ada Oknum Anggota DPRD yang diduga sebagai pihak mediator yang mengenalkan pihak ketiga dengan oknum petinggi Disdik Kota Bekasi hingga dibawa ke pabrik tempat produksi Meubelair tersebut. Adapun merk yang akan diduga akan dibeli Merk dengan inisial V di PT. KMS.
“Jika Isu – isu yang terhembus ini tidak benar, harus segera diluruskan oleh pihak dinas pendidikan. Agar nama baik Dinas Pendidikan tetap terjaga,”tegasnya.
Sebagai bentuk Partisipasi dan kebebasan menyampaikan Pendapat dimuka umum, Kami yang tergabung dalam Pergerakan Anak Muda dan Warga Bekasi (PANDAWA BEKASI) mendesak:
1. Agar Anggota DPRD Kota Bekasi bisa menggunakan Hak Budgetingnya dengan Bijak dan Kritis, serta memberikan rekomendasi atas pengadaan meubelair tahun 2021 ini agar dipertimbangkan untuk direfocusing atau dibatalkan!
2. Agar Anggota DPRD Kota Bekasi khususnya Komisi IV Agar merekomendasikan Pergantian Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
3. Agar Disdik Kota Bekasi mempertimbangkan agar Pengadaan Meubelar 30 Milliar untuk direfocusing atau dibatalkan!
4. Agar Disdik Kota Bekasi mempublikasi Pengadaan Meubelair 5 tahun terakhir dan Publikasi Keberadaan Meubelair Bekas tersebut!
5. Agar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengundurkan diri dari Jabatannya apabila tidak berkenan untuk merealisasikan tuntutan kami!.(RON)