Dikukuhkan, BKM-KB Siap Terlibat Majukan Kota Bekasi

Bagikan:

Pengurus Besar Badan Kekeluargaan Masyarakat Kota Bekasi (PB BKM-KB) periode 2018-2023 resmi dikukuhkan.

BEKASI SELATAN – Pengurus Besar Badan Kekeluargaan Masyarakat Kota Bekasi (PB BKM-KB) periode 2018-2023 resmi dikukuhkan. Proses pengukuhan yang digelar pada Minggu (1/9/2019) di area Huta Kota Bekasi ini berlangsung meriah, dengan kemasan kegiatan kebudayaan bertajuk Kriyaan Bekasi.
Ketua Umum BKM-KB yang juga merupakan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengungkapkan bahwa BKM-KB merupakan ormas kedaerahan yang secara kultur sangat dekat dengan Betawi. Meski demikian, ia menegaskan BKM-KB tidak berpikir primordial, dengan kata lain, ia bersifat terbuka terhadap seluruh kebudayaan yang ada di Kota Bekasi untuk terlibat dalam proses memajukan daerah berjuluk Kota Patriot tersebut.
“BKM-KB itu adalah ormas kedaerahan yang pemikirannya tidak primordial, tidak Bekasi ansih. Tapi berpikir bagaimana agar seluruh elemen masyarakat yang ada di Kota Bekasi ini untuk ikut bersama-sama membangun Kota Bekasi,” terangnya usai prosesi pengukuhan.
Selain itu, Rahmat Effendi meyakini BKM-KB dapat menjadi kekuatan budaya dan juga salah satu motor penggerak persatuan di Kota Bekasi. Ia pun mengharapkan terjalinnya kerjasama yang baik antara BKM-KB dengan pemerintah Kota Bekasi.
“Saya mengajak semua pihak, khususnya BKM-KB, ayo kita bangun Kota Bekasi yang kita cintai ini. Kita berdayakan semua komponen yang ada, kita ciptakan suasana aman sehingga investasi masuk. Kita lawan hoaks dan kita tutup rapat persoalan-persoalan mengenai keyakinan. Semua ini, keberagaman ini justru adalah modal kita dalam membangun Kota Bekasi,” tukas Rahmat Effendi.
Lebih lanjut, di tempat yang sama, Ketua Harian BKM-KB, Ali Fauzie menyatakan pihaknya telah mengagendakan sejumlah program budaya, di antaranya adalah merevitalisasi dan menapak tilasi jejak-jejak sejarah Kota Bekasi.
“Di tengah kemajuan zaman dan perubahan yang serba cepat ini, harus ada orang-orang atau kelompok yang bersedia menjaga tradisi, budaya dan sejarah. Sebab jika semua itu tidak dirawat, maka akan sangat mudah tergerus oleh zaman,” ungkapnya.
“Insya Allah kita akan melakukan napak tilas terhadap jejak-jejak sejarah Kota Bekasi, serta mendokumentasikan asal-usul penamaan kampung yang ada, karena semua itu punya aspek historis yang kuat, yang kedepan kita harapkan tetap bisa diketahui oleh generasi selanjutnya. Kita akan kunjungi para sesepuh yang dapat menjelaskan hal-hal itu,” tambah Ali Fauzie.(RON)