Ratusan Guru Kota Bekasi Ikuti Sosialisasi Permendikbud Mapel Informatika

Bagikan:


BEKASI KOTA – Sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun 2018 tentang Pembelajaran mata pelajaran informatika dan rapat kerja MGMP Informatika Tingkat SMP Kota Bekasi 2019 diikuti ratusan guru, kepala sekolah dan wakil kurikulum sekolah SMP Negeri dan Swasta Kota Bekasi, Rabu, (19/6/2019) di Aula SMP Al Azhar Summarecon Bekasi.
Hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi UU Saiful Mikdar , Pengawas pembina MGMP informatika Rahyon Sugiharto, Pembina kepala sekolah Syamsu.
Kegiatan ini juga diisi penyampaian materi mengenai dunia informatika dari narasumber praktisi pendidikan, Indra Charismiadji.
Sekdis Pendidikan Kota Bekasi Uu Saiful Mikdar mengatakan Permendikbud Nomor 35 Tahun 2018 menjadi hal yang ditunggu para guru informatika. Dan setelah terbitnya permendikbud ini sudah dianjurkan diselenggarakan di sekolah.
“Permendikbud ini anjuran. dari sisi SDM sudah harus dipersiapkan dan kelengkapan administrasinya dan sarana. Ini juga menjadi keinginan para guru Informatika dan sudah diakomodir pemerintah sehingga bisa menerapkan pendidikan kedepan yang ramah untuk teknologi,” kata UU.
Oleh sebab itu, ia menyampaikan amanat agar para guru mapel informatika harus siap secara adminitrasi.
Raker MGMP Informatika yang dimasukan dalam agenda sosialisasi juga ia harapkan menjadi momen baik agar guru mapel informatika di SMP negeri dan swasta bisa melaksanakannya dan menjadi perhatian untuk dibicarakan.
Sementara itu, Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan era pendidikan sekarang masuk era digital. Dan tuntutan zaman digital agar sarana informatika ini mampu mendukung pembelajaran anak didik, baik di sekolah maupun di rumah.
Selain itu, informatika perlu mendapatkan porsi sehingga bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk mencetak generasi mendatang yang siap menghadapi tantangan zaman.
“Eranya sudah beda lebih banyak anak-anak ini yang melek teknologi. Era digital seperti papan tulis interaktif contohnya bisa dimanfaatkan dengan baik agar bermanfaat bagi perkembangan mereka. Model pembelajaran modern menjadikan kita lebih inovasi, kreasi, dan terus bisa mencari ilmu pengetahuan, lewat digital,” kata Indra. (RON)