Satpol PP Kabupaten Bekasi Kesulitan Tertibkan Bangli

Bagikan:

Bongkarang di sepanjang kalimalang, Kabupaten Bekasi

CIKARANG – Bangunan liar (Bangli) yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi kebanyakan berdiri di atas lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT) II. Hal itu membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi mengaku sangat kesulitan untuk melakukan eksekusi bangunan liar (Bangli) tersebut.
“99 persen lahan milik PJT II kini sudah berdiri bangunan liar, sehingga Kami sulit untuk melakukan penertiban terhadap Bangli tersebut,” beber Ricardo, Kasi Pengamanan dan Penjagaan didampingi Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kabupaten Bekasi, Selasa (21/8).
Menurutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PJT II melalui rapat koordinasi beberapa waktu lalu, namun hingga saat ini belum ada surat permohonan penertiban bangunan liar yang berdiri di atas lahan PJT II tersebut, sehingga pihaknya sulit untuk mengeksekusi.
“Padahal saat rapat koordinasi itu, pihak PJT II siap mendukung penertiban Bangli tersebut oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi,” tandasnya.
Dikatakan, banyak pula warung remang-remang yang berdiri di atas lahan PJT II terutama di Kampung Pasir Konci, Kalimalang yang keberadaannya berdekatan dengan kantor Pemkab Bekasi.
“Kami sudah mendata bahwa sebanyak 50 bangunan liar yang diduga dijadikan warung remang-remang,” ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya mendesak agar pihak PJT II segera memberikan rekomendasi atau surat permohonan penertiban agar pihak Satpol PP Kabupaten Bekasi menertibkan bangunan liar yang berada di atas lahan PJT II untuk mempermudah proses eksekusi.
“Bagaimana kita mau menertibkan Bangli, kalau PJT II sendiri tidak respon,” tandasnya.

Bagikan: