Ronal Supardi Siap Perjuangkan Pendidikan dan Kesehatan Warga Kabupaten Bekasi

Bagikan:

Ronal Supardi saat bersilahturahmi ke masyarakat

TAMBUN – ”Jangan sampai ada anak (usia sekolah) yang tidak sekolah hanya gara-gara orang tuanya tidak mampu secara ekonomi.”Kalimat ini telah akrab di telinga kita khususnya warga Kabupaten bekasi .
Insallah bilah Saya terpilih menjadi perwakilan Rakyat /DPRD kabupaten bekasi selama kepemimpinannya , caleg H. Ronal Supardi berjanji ‘mewajibkan’  warganya untuk mengenyam pendidikan setidaknya hingga lulus SMA atau sederajat.
Hal ini selalu disampaikan oleh H. Ronal Supardi, Caleg DPRD Kabupaten Bekasi dari partai PDI Perjuangan, ketika menghadiri berbagai acara silaturahmi warga .
Bahkan, kata Ronal, meski tidak teragendakan secara formal, seringkali dirinya blusukan menyapa warga desa untuk bisa mengetahui kondisi warganya secara langsung. Dengan kegiatan semacam ini, warga pun merasa makin dekat. Bahkan bisa dikatakan tanpa lagi ada sekat antara H. Ronal supardi dengan warga .
“Berbagai program pro rakyat yang telah dilakukannya pada DPRD mau pun program negara akan terus di lanjutkan pertahankan agar warga kabupaten bekasi pendidikan dan kesehatan yang layak,” ujar Ronald belum lama.
Menurutnya, kini bukan saatnya pemimpin untuk dilayani. Tetapi harus mau dan sanggup untuk melayani sebaik-baiknya, serta paham akan berbagai hal yang dibutuhkan masyarakat. Yang semuanya adalah upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lanjut Ronal, dalam bidang pendidikan, miliaran rupiah telah dianggarkan dalam APBD setiap tahunnya untuk mendukung upaya suksesnya wajib belajar 12 tahun. Anggaran tersebut termasuk bagi masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi.
Untuk itu, harus ada pro-aktif dari masyarakat untuk menyukseskannya. Jika memang membutuhkan (beasiswa), jangan segan-segan untuk memberitahukan kepada kepala desa, camat, dinas pendidikan, atau langsung kepada bupati.
”Kalau sampai ada anak yang tidak sekolah, orang tuanya yang akan saya jewer,” katanya dalam suasana akrab dengan masyarakat.
Selain memang sudah terprogram dan teranggarkan di APBD Kabupaten bekasi sejak tahun 2014 lalu, juga untuk menyukseskan program pemerintah pusat. Yang dikenal dengan adanya kartu sakti ‘Kartu Indonesia Pintar.’ Dengan kartu tersebut, masyarakat yang tidak mampu masih tetap bisa menyelesaikan pendidikannya dengan pembiayaan dari pemerintah.
Tahun 2018 lalu, kabupaten bekasi mendapatkan bantuan dari Presiden RI berupa Satya Lencana Pembangunan Bidang Pendidikan. Hal ini tidak terlepas dari prakarsa bupati kabupaten bekasi yang didukung seluruh elemen pendidikan dan seluruh masyarakat Kabupaten bekasi .
Yang terbaru, beberapa waktu lalu, Bupati neneng hasana Yasin menerima penghargaan Kihajar (kita harus belajar) dari pemerintah yang diserahkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan. Ini berkat prestasi pendayagunaan teknologi dan informasi dunia pendidikan di Kabupaten bekasi .
Bukan cuma itu, prestasi siswa-siswi Kabupaten bekasi patut dibanggakan dengan berbagai penghargaan baik di tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Sehingga, kini bukan hal baru lagi ketika kita mendengar ada prestasi anak Kabupaten bekasi yang menonjol di level internasional. Disdik pun selalu memotivasi anak-anak Kabupaten bekasi untuk dapat berpikir liar. Yang artinya harus selalu punya inovasi dan kreativitas dan tidak cepat berpuas diri.
Selain itu, faktor penting lainnya bagi masyarakat adalah bidang kesehatan. Pemkab telah melakukan kerjasama dengan dengan rumah sakit suwasta yang ada di kabupaten bekasi . Untuk hal ini dimohon masyarakat harus paham dan mendaftarkan diri sebagai program Jamkesda sesegera mungkin, dan bukan saat telah di-opname di rumah sakit.
Dengan keberadaan 32 puskesmas di setiap kecamatan pusat kesehatan masyarakat di Kabupaten bekasi yang 35 di antaranya telah melayani rawat inap, Kudus siap memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Selain untuk mendukung program nasional bagi masyarakat yang tidak mampu dengan dibagikannya Kartu Indonesia Sehat. Dengan kartu tersebut, semua akhirnya semua warga negara akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.
Penyediaan sumber daya manusia dan sarana prasarana serta alokasi anggaran yang mencukupi, merupakan kepedulian secara konkrit dari Pemkab Kabupaten bekasi terhadap program ini. Masyarakat kabupaten Kabupaten bekasi yang belum tertampung dalam jaminan kesehatan ada sejumlah +152 ribu jiwa.
Di tahun 2018 , masyarakat yang tidak mampu mendapatkan kesempatan pelayanan kesehatan secara gratis di puskesmas dan rumah sakit kelas III.
”Pendidikan dan kesehatan inilah dua hal penting bagi kemajuan bangsa. Karena besarnya pengaruh untuk peningkatan derajat hidup dan kesejahteraan,” tutupnya.(**)

Bagikan: