Resmi Dibentuk, Ini Tugas Tim PPKD Kota Bekasi

Bagikan:

Tim Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Bekasi di Dampingin Kadisparbud, Ahmad Zarkasih saat audiensi dengan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, kamis (3/1/2018)

BEKASI SELATAN – Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bekasi membentuk Tim Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Bekasi. Tim yang dimotori oleh Maja Yusirwan nantinya ditugaskan untuk kemajuan kebudayaan lokal di Kota Bekasi.
Menurut, Kabid Kebudayaan, Disparbud, Dian Pertiwi PPKD berfungsi sebagai tim pemikir dan pendesain untuk melakukan berbagai kajian, survei, observasi dan audiensi kepada masyarakat seni.
“Tim ini (PPKD) untuk menggali dan mencari informasi secara akurat dan benar sesuai dengan metode penelitian dan kajian kepustakaan, dan hasilnya dapat dijewantahkan melalui uji kelayakan dan berdasarkan pada local genius. Artinya rekacipta budaya yg berdasarkan kearifan lokal untuk menguatkan otoritas dan identitas seni budaya itu sendiri,” kata Dian kepada beritabekasi.co.id, kamis (3/1/2019).
Dian menjelaskan, Disparbud Kota Bekasi dalam waktu dekat yakni pada tahun 2019 ingin merealisasikan terwujudnya Kampung Adat Masyarakat Kranggan yang berada di Kelurahan Jatirangga Kecamatan Jatisampurna.
Nantinya, kata Dian, Kampung Adat Masyarakat Kranggan ditetapkan sebagai Destinasi Wisata dan Seni Budaya di Kota Bekasi, ini dilakukan sebagai implementasi hasil Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 dan Keputusan Dirjen Kebudayaan Nomor 2 tahun 2018 dan Nomor 3 tahun 2018 yang mengikutsertakan keterlibatan Tim Penyusun PPKD Kota Bekasi.
Namun demikian, Beberapa kriteria kampung adat tentu saja harus dipenuhi dari segi pakem dan standar sebuah kampung adat, intinya ada budaya/adat yang masih terpelihara hingga saat ini.
“Intinya ada budaya yang masih dipelihara. Dalam satu tahun kedepan diharapkan Disparbud Kota Bekasi serta Tim PPKD dapat bekerja maksimal,”ujarnya.
Diam menambahkan, Disparbud bersama PPKD juga akan melakukan revitalisasi beberapa seni budaya tradisional di Kota Bekasi diantaranya, karinding, wayang ajen, babaritan/pesta bumi, pencak silat, ngarak kebo bule dan banyak lagi.
“Budaya itu perlu dilestarikan, dan bisa menjadi destinasi wisata sehingga orang banyak berkunjung. Ini akan berdampak kepada
peningkatan ekonomi masyarakat,”tandasnya.(RON)

Bagikan: