Pj Walikota Geram Sejumlah Pejabat tak Hadiri Apel Gabungan ASN

Bagikan:

Apel Gabungan ASN Pemkot Bekasi

BEKASI SELATAN – Untuk kesekian kalinya para Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintahan Kota Bekasi enggan hadir mengikuti Apel Gabungan ASN yang dilaksanakan setiap hari senin.
Kejadian ini membuat para Lurah dan Camat mendapatkan peringatan keras dari Pj Walikota Bekasi Ruddy Gandakusumah saat memimpin Apel Gabungan di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (27/8).
“Untuk jadi catatan juga, Seharusnya hari ini semuanya tidak terkecuali untuk ikut apel gabungan,” kata Ruddy
“Kita pikir kita sama-sama tahu bahwa berbeda dengan indikator kinerja di tempat lain, TPP tergantung pada fingerprint atau absen kehadiran termasuk kehadiran apel Seharusnya itu menjadi perhatian DKPBD, siapapun yang tidak ikut apel pada hari ini dan hari seblumnya kalau itu terbukti, sudah tentu itu juga akan berpengaruh terhadap DPP yang sharusnya diperoleh,” ujar
Ruddy Gandakusumah saat pimpin apel.
Ruddy kembali mengingatkan kepada para ASN untuk patuh terhadap peraturan dan bertanggung jawab atas jabatan yang diembannya. Ia juga kembali mengingatkan sanksi terhadap ASN yang melanggar kode etik sebagai pelayan masyarakat.
“Mengambil hikmah dari hasil ombusdman kemarin, Seperti yang kita tahu, dari hasil investigasi dan evaluasi yang dilakukan oleh Ombusdman yang terjadi di 12 kecamatan dilakukan secara masif, sistematis dan terstruktur, artinya terbukti bahwa itu dilakukan secara sengaja dan atas instruksi seseorang. Dampaknya siapapun yang melakukan harus bertanggung jawab terhadap tindakannya,” tambahnya.
Jelang akhir masa jabatannya, Ruddy Gandakusumah yang pada Februari menjadi Pejabat Sementara (Pjs), kemudian pada Maret 2018 menjadi Penjabat (Pj) dan seharusnya hingga 20 September 2018 bersamaan dengan pelantikan Walikota terpilih.
Ruddy Gandakusumah mengungkapkan bahwa perjalanannya tak terasa masa sebagai Pj walikota akan segera berakhir.
“Insya Alloh sampai 20 September, bisa dipercepat karena suatu hal bahkan bisa diperlambat, karena kita tidak akan tahu akan terjadi apa dan bagaimana,” pungkasnya. (RON/MAM)

Bagikan: