Pj Bupati Dani Ramdan: NU Berkontribusi Besar untuk Kabupaten Bekasi

CIBARUSAH – Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan menghadiri acara Peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat, Kampung Cibogo, Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, pada Selasa (31/01/23).

Dani Ramdan mengatakan, NU memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan bangsa, termasuk di Kabupaten Bekasi, terutama di bidang pendidikan dan keagamaan, dan telah banyak berkontribusi dalam pembangunan.

Tokoh-tokoh NU, terutama KH Noer Ali dan KH Ma’mun Nawawi telah memberikan sumbangsih yang sangat besar untuk Kabupaten Bekasi.

“Kami mengucapkan selamat Harlah Satu Abad NU, dan terimakasih atas kontribusi dan sumbangsihnya, karena NU telah turut berperan mulai dari terbentuknya Kabupaten Bekasi, lalu mulai membangun hingga saat ini tidak lepas dari kiprah NU,” ucap Dani Ramdan.

Selain itu, Dani mengatakan, Pemkab Bekasi mendukung penuh dibangunnya Madrasah Aliyah KH. Raden Makmun Nawawi di Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat, sebagai sekolah unggulan NU.

“Ini bukti konkret dari NU yang selalu memberikan dharma bhakti kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya di bidang pendidikan, di samping sekolah-sekolah dan pesantren NU yang sudah cukup banyak,” ungkapnya.

Hadirnya sekolah unggulan Madrasah Aliyah KH. Raden Makmun Nawawi, lanjut Dani, menambah pilihan bagi masyarakat dan memberikan kesempatan belajar yang lebih luas dalam mendapatkan pendidikan yang bermutu.

Ketua PC NU Kabupaten Bekasi, KH. Atok Romli Mustofa mengatakan usia seabad merupakan momentum luar biasa NU yang telah membuktikan peran sejak era perjuangan, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan, hingga kini mampu memberikan kontribusi besar bagi bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Ia mengatakan Tasyakuran Satu Abad NU merupakan bukti peran strategis Nahdlatul Ulama dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor pendidikan agama.

“Kita ingin menghadirkan pendidikan yang tujuannya adalah membangun peradaban melalui sekolah madrasah tingkat SMA ini. Tahun ini akan diawali dengan kita buka sebanyak 46 siswa atau santri yang masing-masing kecamatan sebanyak dua orang,” ujarnya.

Atok menyampaikan, NU merupakan organisasi yang besar yang sebelum kemerdekaan sudah menggerakkan kemerdekaan, mengisi kemerdekaan dan setelah 100 tahun lamanya sudah banyak kontribusi yang telah dilakukan oleh NU.

“Kontribusi NU mulai di tengah masyarakat kultural seperti pondok pesantren, madrasah dan majlis taklim. Kemudian di pemerintahan mulai dari bupati, gubernur, sampai presiden juga legislatif ada peran-peran masyarakat NU dan ini nyata bahwa NU itu organisasi yang memiliki kontribusi besar terhadap bangsa,” katanya.(*)