Pemkot Bekasi Berlakukan Prosedur Baru Penggunaan KS NIK

Bagikan:

BEKASI SELATAN – Keberadaan Kartu Sehat (KS) berbasis NIK selama ini dirasakan manfaatnya oleh hampir masyarakat Kota Bekasi akan di evaluasi.
Untuk efisiensi dan efektivitas, Pemerintah Kota Bekasi akan memberlakukan prosedur baru terkait penggunaan KS Berbasis NiK.
“Kartu sehat itu kan harus efektif dan harus efisien dan kartu sehat itu harus diketahui masyarakat, makanya saya sekarang turun menjelaskan kepada masyarakat, mana yang ditanggung oleh kartu sehat, mana yang tidak,” kata Rahmat Effendi di Gedung Graha Girsang, Kamis (25/10/2018)..
Terkait penggunaan KS untuk kedepannya, Rahmat Effendi menjelaskan mana yang bisa ditanggung oleh KS dan mana yang tidak ditanggung oleh KS.
“Yang tidak ditanggung yaitu perawatan gigi, dan kecantikan itu. Nah, yang dirawat itu apa sudah jelas, sehingga KS itu tidak lagi dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk transfaransi dan terbuka penggunaan Kartu Sehat berbasis NIK, Pemegang KS NIK hanya sakit ringan tidak harus langsung Poli Spesialis di Rumah Sakit.
“Kalau hanya sakit gigi, kalau cuma sakit mencret cukup datang ke Puskesmas saja, jadi jangan semuanya ke Poli Spesialis. Semua sudah ada dilayani di PONED Puskesmas, jadi jangan semua lari ke Rumah Sakit swasta,” imbaunya.
Ketika ditanya terkait kemungkinan Kartu Sehat di integrasikan ke BPJS Kesehatan, pria akrab di sapa Pepen mengatakan bahwa ada kemungkinan KS terintegrasi dengan memperhitungkan untung dan rugi. “Mungkin saja terintegrasi, tapi kan kita hitung untung ruginya,” terangnyq
Ia mengatakan, evaluasi keberadaan Kartu Sehat (KS) berbasis NIK dalam hal penggunaannya yang sudah berjalan hampir satu tahun agar kedepannya lebih bagus lagi sehingga preventif, kuratif dan pencegahan terhadap penyakit, yang dilakukan oleh RSUD Kota Bekasi dan RS Swasta, harus lebih banyak berorientasi ke RSUD Kota Bekasi.
Seperti diketahui, dari tahun 2017 hingga saat ini masyarakat Kota Bekasi yang sudah memiliki Kartu Sehat (KS) berbasis NIK mencapai 590 ribu, dari 740 ribu KK, masih ada 140 warga Kota Bekasi yang belum dapat menikmati KS. (RON)

Bagikan: