Melbourne "Kota Paling Layak Huni" Ke-4 di Dunia

Bagikan:
index Melbourne, salah satu kota dengan pertumbuhan tercepat di Australia, kembali meraih gelar kota paling layak huni di dunia berdasarkan Global Liveability Index yang diterbitkan oleh The Economist Intelligence Unit’s (EIU). Gelar ini diraih selama empat tahun berturut-turut.Premier Negara Bagian Victoria Dr. Denis Napthine menyatakan bahwa Melbourne sebagai Ibukota Negara Bagian Victoria menawarkan gaya hidup modern, didukung dengan perekonomian yang resilien, infrastruktur berstandar dunia, sistem pendidikan dan kesehatan yang unggul, serta kebijakan yang progresif dalam mendukung pertumbuhan bisnis.“Sesuai rencana Melbourne untuk mengambil gelar Sydney sebagai kota terbesar di Australia pada tahun 2030, Pemerintah Victoria saat ini banyak berinvestasi di sektor infrastruktur, mulai dari fasilitas transportasi seperti jalan raya dan jalur kereta api hingga rumah sakit dan sekolah. Hal ini dilakukan untuk terus memastikan agar Melbourne tetap menjadi kota paling layak huni, bekerja, dan berbisnis,” kata Napthine.“Selain itu, bersama dengan pengusaha asal Australia dan pengusaha internasional, kami berupaya untuk terus memunculkan investasi baru yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan guna mewujudkan Victoria yang lebih sejahtera,” tambah Napthine.
Brett Stevens, Komisaris Negara Bagian Victoria untuk Indonesia mengungkapkan “Melbourne merupakan pusat inovasi, penelitian, pengembangan, dan manufaktur teknologi tinggi terdepan di wilayah Asia Pasifik. Hal ini diwujudkan melalui ekosistem sumber daya manusia terbaik, semangat inovasi, serta dukungan penuh dari pemerintah untuk mewujudkan kebijakan dan regulasi pro bisnis.”
“Melbourne memiliki prasarana bagi pebisnis asal Amerika agar dapat sukses di pasar Asia-Pasifik. Oleh karena itu, kami memantau semakin banyak perusahaan yang masuk ke Melbourne seiring dengan pengembangan bisnis mereka secara global,” tambah Brett.
Liveability Ranking (Pemeringkatan Kelayakan Huni) EIU dilakukan terhadap kondisi hidup di 140 kota di seluruh dunia dengan memperhatikan 5 kriteria, yakni: Stabilitas, Kesehatan, Budaya dan Lingkungan, Pendidikan, dan Infrastruktur.
Melbourne mendapat nilai sangat baik di seluruh kriteria yang ada dan mendapatkan nilai sempurna pada kriteria Kesehatan, Pendidikan dan Infrastruktur. Investasi berkelanjutan Melbourne di sektor infrastruktur menjadi kunci sukses Melbourne dalam meraih peringkat pertama.
Melbourne berhasil bertahan di peringkat pertama sebagai kota paling layak huni selama tiga tahun terakhir setelah berhasil merebut gelar dari Vancouver, Canada yang sempat mempertahankan gelar selama hampir satu dasa warsa.
Brett Stevens mengungkapkan bahwa gelar ini diraih Melbourne karena komitmen untuk terus konsisten dalam melakukan investasi di sektor infrastruktur.
“Selama satu dasa warsa terakhir, investasi Pemerintah di sektor infrasuktrur tumbuh dua kali lipat. Investasi untuk sarana jalan, transportasi umum, kesehatan, sekolah dan infrastruktur lainnya sepanjang 2014-2015 diperkirakan sebesar A$7.5 miliar atau £3.37.”

Derek Dyson, Global Retail Director Specsaver, yang menjalankan sebuah perusahaan manufaktur di Port Melbourne, mengatakan bahwa Melbourne menawarkan daya tarik ganda, karena selain baik untuk bisnis juga merupakan lokasi yang layak untuk menjadi hunian tinggal.
“Sebagai sebuah bisnis, kami tumbuh pesat dengan adanya kantor dan pusat manufaktur di Port Melbourne dan dapat dengan mudah menjangkau pelanggan di Australia dan Selandia Baru,” ungkap Derek Dyson
“Infrasuktur yang tersedia dan investasi yang terus dilakukan terbukti baik bagi pertumbuhan bisnis. Berbagai instansi Pemerintah terus melakukan perencanaan masa depan, yang berarti turut memperhatikan persiapan dan penyesuaian terhadap pertumbuhan populasi.”
Dave Scheine, Asia Pacific Director di Yelp, yang baru didirikan di Melbourne pada Januari lalu untuk mendukung operasional perusahan di Australia dan Asia, mengatakan bahwa Melbourne sangat layak menempasti posisi kota paling layak huni di dunia.
“Kuliner yang tersedia sangat beragam dan selalu ada berbagai tempat hiburan baru yang bermunculan. Kondisi ini mengingatkan pada UK dan California, dimana anda bisa merasakan suasana dan gaya hidup layaknya kota-kota besar di Eropa dengan kesegaran dan cuaca seperti di San Francisco Bay Area,” kata Scheine.(kapanlagi)

Bagikan: