Kantornya Menteri Zulkifli Hasan Didemo, KAMI: Usut Peredaran Oli dan Sparepart Palsu

Bagikan:

JAKARTA – Kantor Kementerian Perdagangan RI di Jalan Medan Merdeka Utara No.7, RT.5/RW.2, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Rabu, (27/3/2024) didemo ratusan massa dari Komunitas Aktivis Muda Indonesia (KAMI).

Ketua Umum KAMI, Sultoni mengungkapkan, peran Zulhas sebagai Menteri Perdagangan harus dibuktikan sekarang, kementerian yang dipimpin Zulhas mampu bertindak tegas dalam pengawasan, peredaran oli palsu dan sparepart palsu yang diduga dilakukan PT.NDK.

“Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan harus buktikan berani menindak perusahaan ini. Sebab produksi dan peredaran oli dan sparepart palsu ini seperti mafia. Mafia itu udah gak takut sama aparat negara. Maka Kemendag sebagai lembaga negara wajib bertindak tegas, kerahkan kekuatannya untuk membongkar dan juga memberhentikan praktik-praktik mafia Oli dan Sparepart palsu. Jika tidak mampu, jangan salahkan KAMI bagian dari rakyat Indonesia yang bergerak menutupnya,” tegasnya.

Sultoni dalam orasinya juga membongkar adanya telpon dari seseorang yang meminta aksi demo di Gedung Kemendag itu tidak dilakukan, dengan dalih bulan Ramadhan. Lucunya, Ketum KAMI itu diminta menyampaikan aspirasinya itu setelah Lebaran.

“Dalam perjalanan ke Kemendag ini, saya ditelpon seseorang supaya membatalkan demo ini. Alasannya bulan Puasa, bulan Ramadhan. Diminta demonya abis Lebaran. Ini lucu masa kejahatan sekarang, penindakan abis lebaran, malingnya itu sekarang bulan Ramadhan, tinggal tangkap dan tutup. Masa nangkepnya setelah lebaran, kan aneh Kemendag ini,” tegasnya dari atas mobil komando.

“Jangan cuma beraninya sikat pakaian bekas aja. Sementara para mafia oli palsu dan sparepart palsu yang jelas merugikan rakyat juga negara, dibiarkan beroperasi,” lanjutnya dalam orasi itu.

Sebelumnya, KAMI juga melakukan aksi serupa di Mabes Polri. Lantaran sebentar lagi lebaran maraknya peredaran oli palsu dan sparepart palsu yang merugikan negara dan tentunya merugikan rakyat Indonesia dalam mudik tahun 2024 ini.(*)

Bagikan: