JPPR: 4 Hal Penyokong Kesuksesan Pemilu

Bagikan:

jppr-logo
(Logo: JPPR/net)

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI SELATAN – Puncak penyelenggaraan Pemilu kini tinggal hitungan jam. Menyikapi hal itu, Deputi Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz mengatakan, keberhasilan pelaksanaan pemungutan suara tidak hanya bergantung kepada integritas penyelenggaraan semata. Ini juga dipengaruhi oleh ketatnya pengawasan, kesediaan tim kampanye untuk menahan diri dalam menghalalkan segala cara, kedamaian yang diserukan oleh panutan masyarakat dan kecerdasan pemilih dalam menentukan pilihan.
Dalam mewujudkan keberhasilan Pilpres tersebut, JPPR mencatat ada 4 hal antara lain, pertama adanya jaminan rasa aman bagi pemilih saat hadir dan mencoblos di TPS. Semua pihak berkewajiban untuk menciptakan situasi damai dan tenang, sehingga tidak ada kekhawatiran akan intimidasi saat melakukan pemungutan suara nanti.
“Dengan demikian, pemilih pada akhirnya dapat menentukan calonnya atas dasar pertimbangan rasional dan pilihan bebasnya,” katanya, saat berbincang-bincang kepada beritabekasi.co.id, Senin.
Kedua, Hafidz melanjutkan, seluruh keperluan dan alat pemungutan suara lengkap, harus sudah sampai di TPS tepat satu jam sebelum pembukaan TPS dimulai. Harus ada kepastian logistik pemungutan suara dari penyelenggara Pemilu, baik dari kuantitas yang tepat dan kualitas yang baik sehingga pemungutan suara lancar.
Selanjutnya yang ketiga, kata dia, seluruh elemen penyelenggara dan peserta Pemilu harus menjaga kemurnian suara pemilih, dengan tidak melakukan penyelewengan dan mencuri hasil suara sejak dari TPS hingga rekapitulasi suara berikutnya.
“Kemurnian suara pemilih adalah hal pokok dari seluruh tujuan penyelenggaraan Pemilu,” terangnya.
Dan terakhir, tambahnya, kesuksesan penyelenggaraan Pemilu juga bergantung kepada penghormatan atas perbedaan pilihan namun tetap membangun kedamaian. Pemilih tidak perlu tersulut dengan provokasi sejumlah pihak yang mengarah kepada situasi yang tidak kondusif.
“Partai politik, pasangan calon dan tim sukses tidak perlu merencanakan rencana buruk apabila perolehan suaranya tidak seperti yang diharapkan,” pungkasnya. [bam]

Bagikan: