Jelang Ramadhan, Gepeng Banjiri Kota Bekasi

Bagikan:

Ilustrasi pengemis.(ist)

BEKASI TIMUR – Kota Bekasi menjadi salah satu Kota yang menjadi sasaran para gelandangan dan pengemis (gepeng) setiap bulan Ramadhan. Mereka yang datang ke Kota Bekasi untuk mengais rejeki.
Catatan Dinas Sosial Kota Bekasi, gepeng yang datang ke Kota Bekasi mencapai 66.532 orang yang tercatat sebagai Penyandang Masalah Kesehjateraan Sosial (PMKS).
Plt Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Agus Harpa membenarkan, bahwa gepeng yang datang ke kota bekasi mencapai puluhan ribu, karena pihaknya bulan ini mencatat mencapai ribuan dan mereka paling banyak berasal dari daerah Subang dan Indramayu.
“Benar catatan kita ada 66.532 Gepeng, dan mereka paling banyak gepeng dan pengemis itu berasal dari Subang dan Indramayu untuk mengais rejeki di sini Kota Bekasi,” kata Agus, kemarin Kamis (2/5/2019).
Seluruh keberadaan gepeng dan pengemis ini bagian dari Penyandang Masalah Kesehjateraan Sosial (PMKS). Kata Agus, mereka termasuk yang hidup dibawah garis kemiskinan, dan disabilitas. Banyaknya gepeng dan pengemis yang datang ke Kota Bekasi, diketahui setelah adanya razia yang dilakukan bersama-sama dengan Satpol PP Kota Bekasi.
“Para gepeng memilih Kota Bekasi karena berbatasan langsung dengan Ibu Kota DKI Jakarta. Sehingga mudah untuk mereka berpindah-pindah mengais rezekinya,” imbuhnya.
Berdasarkan pendataan di lapangan, para gepeng dan pengemis biasanya mengais rejeki di sejumlah jalan protokol seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Ir. Djuanda, Jalan Sudirman, Jalan Mayor Hasibuan, Jalan Cut Meutia dan Jalan Chairil Anwar.
“Biasanya para gepeng dan pengemis itu memilih beraksi pada malam hari. Makanya sekarang kami intesifkan pengawasan dengan dibantu Satpol PP Kota Bekasi, untuk melakukan Razia dimalam hari,” terangnya.
Agus juga menambahkan, kehadiran gepeng banyak diluar dugaan. Menurutnya, hampir rata-rata mereka datang, pada tengah malam menjelang pagi. Tindakan mereka itu untuk menghindari razia yang dilakukan petugas kami maupun Satpol PP Kota Bekasi.
Perlu diketahui untuk jumlah PMKS pada tahun 2017 totalnya mencapai 70.030 orang. Sedang tahun 2016 mencapai 30.428 orang. Untuk PMKS terbagi 24 katagori. Dan gembel dan pengemis yang paling banyak.
Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial pada Dinas Sosial Kota Bekasi, Edi Riyanto mengatakan, penertiban terhadap PMKS masih terus dilakukan. Hanya saja, tindakan razia tersebut tak membuat efek jera kepada mereka. Sebab mereka tetap kembali ke jalan-jalan di Kota Bekasi meski sudah di data dan ada pula yang sudah direhabilitas.
“Meski di razia berkali-kali tetap mereka datang, dan tidak membuat kapok mereka, mau gimana lagi mungkin di daerahnya mereka tidak bisa mendapatkan apa yang di inginkannya, kalau disini mereka bisa membeli kebutuhannya,” ujarnya.
Edi juga mengakui, alasan banyak PMKS betah menggelandang di Kota Bekasi karena daerah tersebut dinilai yang sedang berkembang dari berbagai aspek. Selama ini pemerintah daerah sudah menyediakan rumah singgah untuk para PMKS yang tertangkap di jalan.
“untuk kali ini mereka yang terjaring razia oleh kita itu langsung kami data dan langsung kami kembali ke daerah asalnya, supaya di Daerahnya mendapatkan binaan dari daerahnya sendiri,” tandasnya.(RON)

Bagikan: