FPPPKB Minta Pemkot Tunda Sementara Revitalisasi Pasar Kranji Baru

Bagikan:

Forum Persatuan Pedagang Pasar Kranji Baru Bekasi (FPPPKB) mendatangi kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota bekasi, Selasa (26/3/2019)

BEKASI SELATAN – Puluhan pedagang yang mengatas namakan Forum Persatuan Pedagang Pasar Kranji Baru Bekasi (FPPPKB) mendatangi kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota bekasi, terkait akan direvitalisasinya pasar yang berlokasi di jalan Patriot.
Dimana terhitung sejak Desember 2018 lalu, Pasar Kranji Baru yang dinyatakan habis masa pakainya dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menetapkan PT Annisa Bintang Blitar, sebagai pengembang yang memenangkan lelang revitalisasi pasar tersebut. Sehingga kedatangan puluhan pedagang tersebut, lantaran FPPPKB tidak puas dengan Rukun Warga Pedagang (RWP) yang dianggap lebih merugikan pedagang.
“Jadi tanggal 25 Februari lalu, tepatnya setelah dibentuk RWP. Ternyata RWP ini tidak memfasilitasi sama sekali para pedagang untuk melakukan pertemuan dengan pihak pemerintah maupun pengembang, sehingga seakan-akan kami melihatnya ada main mata antara pengembang dengan pihak RWP ini,” terang Rosmawan, salah satu pedagang saat ditemui di Kantor Disperindag Kota Bekasi, Selasa (26/3).
Ditegaskan pria yang akrab disapa Mawan ini, bahwa sebetulnya para pedagang yang tergabung dalam RWP bukanlah pedagang Pasar Kranji Baru aktif, melainkan merupakan pedagang yang sudah tidak berjualan di pasar tersebut, sehingga RWP ini tidak senasib dan sepenanggungan dengan FPPPKB.
“Intinya rapat bersama antara Disperindag, FPPPKB, dan pihak pengembang belum final, maka kami minta kepada pihak pemerintah tidak mengesahkan dahulu kegiatan revitalisasi. Karena kita masih melakukan mediasi teman-teman pedagang yang lain supaya bisa diusahakan perpanjangan hak guna pakai (HGP) kios di pasar kranji,” tegasnya.
Mawan mengatakan, selain mengusahakan perpanjangan (HGP), FPPPKB ini akan mengusahakan menjadi mediator dalam penentuan harga jual kios dan los per meternya agar mudah terjangkau oleh para pedagang, juga tidak merugikan bagi pengembang.
Sementara, Presiden Direktur PT Annisa Bintang Blitar, Iwan Hartono selaku pemgembang yang memenangkan lelang Revitalisasi Pasar Baru Kranji masih menunggu data yang dimasukan Rukun Warga Pedagang (RWP) terkait kelanjutan pembangunan.
“Hasil pertemuan tadi, kita masih menunggu data yang di masukan dalam RWP,” kata Iwan saat diwawancara usai melakukan pertemuan dengan para pedagang Pasar Kranji di Ruang Rapat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, Selasa (26/3/2019)
Terkait Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang dinilai kurang layak oleh para pedagang, Iwan menyatakan bahwa lahan yang ada diusahan bisa menampung para pedagang.
“Lahannya ada, insha alloh tertampunglah,” cetusnya.
Ia juga menuturkan bahwa PT. Annisa Bintang Blitar selaku pengembang siap melanjutkan pembangunan Pasar Baru Kranji. Pihaknya hanya tinggal mengikuti keputusan dari pemkot Bekasi kapan dimulai pembongkaran Pasar Baru Kranji yang terkena Revitalisasi.
“Kalau sudah tender berarti sudah siap, masa sudah tender belum siap,” ujarnya.(RON)

Bagikan: