Dukung Proyek PSEL, Tokoh Agama Bantargebang:Lebih Cepat, Lebih Baik, dan Lebih Bermanfaat

Bagikan:
Tokoh Agama Bantargebang, Haji Dadah Prihatin

KOTA BEKASI – Konsorsium EEI-MHE-HDI-XHE dinyatakan sebagai pemenang lelang proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan berdasarkan berita acara hasil evaluasi prasyarat teknis PSEL di Kota Bekasi, nomor 42.EV.HPT/PP/PLTSA.LH/2023.

Menanggapi hal itu, Tokoh Agama Bantargebang, Haji Dadah Prihatin nerespon positif rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayahnya, Bantargebang, Bekasi.

Menurutnya, saat sampah diolah dan dibersihkan dari sumber kehidupan seperti sungai, maka selamatlah banyak makhluk hidup. Kreativitas dalam memodifikasi sampah, kata Dadah bisa mengurangi tumpukan sampah. Misalkan, sampah anorganik dijadikan kerajinan dan didaur ulang.

Lebih lanjut, Dadah menuturkan bahwa orang yang kreatif untuk memodifikasi sampah, sama artinya dia telah menahan sampah tadi sehingga tidak berdampak keburukan bagi orang lain. Begitu juga, dengan orang yang mendaur ulang sampah, dia telah menjadikan produk itu ke bentuk yang sama, tetapi tidak sampai menimbulkan kerusakan kepada orang lain.

“Dari pembahasan di atas, maka terkait dengan rencana pemerintah akan mengolah sampah menjadi sumber pembangkit listrik (PSEL) tentu lebih cepat, lebih baik dan lebih bermanfaat lagi,” ujarnya saat dimintai keterangan, pada Minggu (15/10).

Dadah mengutip firman Allah SWT dalam Al Quran surah ar-Rum ayat 41 disebutkan bahwa: “Telah tampak kerusakan di darat dan laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

“Tindakan membuang sampah dengan benar dan mengelola adalah kebaikan yang berdampak baik buat banyak orang,” jelasnya.

Pengurus Dewan Masjid Indonesia Bantargebang itu juga alasan kenapa masyarakat harus menjaga kebersihan dan mengolah sampah sebaik mungkin. Menurutnya, seorang muslim dituntut oleh syariat untuk bersungguh-sungguh menjaga kebersihan. Hendaknya tidak membuang sampah kecuali pada tempat untuk membuang sampah.

“Membuang sampah sembarangan dan membiarkan sampah itu menumpuk tanpa dikelola mengakibatkan kerusakan dan akibat lain yang lebih buruk dalam kesehatan,: terangnya.

Dadah memberikan motivasi bahwa memungut sampah dan mengolah sampah bisa membuat seseorang masuk surga. Masuk surga karena perbuatan kecil, tapi dampaknya besar. Pada saat dihilangkan masalah itu maka banyak sekali yang mendapat keuntungan.

“Jika membuang sampah dengan tertib saja berpahala, maka lebih mulia lagi jika mengelola sampah menjadi suatu yang bermanfaat,” tandasnya.(RON)

Bagikan: