Dua Massa Pro dan Kontra Penunjukan Pj Dani Ramdan Demo Kemendagri

Bagikan:

JAKARTA – Ratusan massa dari Bekasi, Rabu (24/4/2024), mendatangi gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Uniknya, kedua massa itu berbeda haluan, pro dan kontra terkait urusan Pj Bupati Bekasi.

Kedua massa ini awalnya bertemu di gerbang utama gedung Kemendagri. Namun, untuk menghindari gesekan, petugas meminta massa yang kontra melakukan aksi damai disisi lain dari kantor Mendagri itu.

Massa dari gabungan mahasiswa dan masyarakat Bekasi yang kontra dengan jabatan Dani Ramdan meminta Mendagri tidak lagi mengutusnya sebagai Pj Bupati Bekasi. Perwakilan mahasiswa menyebutkan, sudah 3 (tiga) periode Kabupaten Bekasi berada di bawah kepemimpinan Dani Ramdan sebagai PJ Bupati Bekasi, namun masyarakat Bekasi merasakan serta menilai tidak ada dampak positif maupun prestasi yang dapat dibanggakan.

Mulai dari pengangguran yang meningkat, fasilitas pendidikan yang jauh dari kata layak, hingga infrastruktur sangat tertinggal jika dibanding dengan kota-kota lain yang APBD-nya dibawah APBD Kabupaten Bekasi.

“Tentu dalam hal ini, kita sebagai mahasiswa bersama masyarakat Kabupaten Bekasi melihat bahwa pemerintah melalui Kemendagri telah salah menetapkan dan menunjuk Dani Ramdan sebagai Penjabat Bupati Bekasi,” lantang perwakilan mahasiswa korlap aksi dari atas mobil komando, Christianto Manurung.

Pada massa pro Dani Ramdan, meminta Menteri Dalam Negeri tidak mengganti Dani Ramdan karena menurut catatan mereka, Dani telah berbuat yang terbaik untuk Kabupaten Bekasi.

“Kami saat menentukan sikap mendukung seseorang yang bukan berasal dari Kabupaten Bekasi, melihat primordialisme tak apa jika tak digunakan dalam sesi penunjukan Penjabat Bupati Bekasi oleh Mendagri,” kata Sekjen Garda Bekasi, Rio Febriana.

Dijelaskan Rio, telah lama melihat bahwa ada suatu kaum yang memeluk agama namun belasan tahun tak kunjung berdiri tempat ibadahnya. Namun era PJ Dani Ramdan tertuntaskan dengan berdirinya tempat ibadah agama tersebut.

“Ketika era Covid, pada masa sulit tersebut, Dani pun bisa menyalurkan vaksin hingga 87 persen. Ini lebih tinggi dari daerah-daerah lain yang selalu menemukan kesulitan saat penyaluran vaksin. Tak lain, daerah-daerah tersebut adalah daerah tetangga,” katanya.

Aksi damai dari Massa pro Pj Dani Ramdan membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 13.00 WIB, dan massa kontra membubarkan barisannya sekitar pukul 15.00 WIB.(**)

Bagikan: