DLH Tutup Dua Saluran Limbah Pabrik Bakso di Jatirangga

KOTA BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi memastikan telah melakukan penutupan dua saluran limbah pabrik bakso yang beroperasi di wilayah Jatirangga, Jatisampurna.

Dua saluran limbah pabrik bakso yang ditutup di wilayah Jatirangga itu pertama milik CV Warisan Matahari Makmur kedua saluran limbah pabrik bakso Berkat Langgeng Lestari. Kedua pabrik yang memproduksi bakso itu saling berdekatan.

“Sebagai bentuk respon DLH Kota Bekasi atas pengaduan dan informasi terkait pencemaran dari industri Pabrik Bakso telah melakukan pengecekan lapangan dan membuat surat teguran hingga penutupan saluran limbah,”ungkap Andy Frengky Kabid Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup, dan Penegakan Hukum (PPKLHPH) DLH Kota Bekasi Kamis 26 Oktober 2023.

Diketahui DLH Kota Bekasi melalui Kabid PPKLHPH menggelar konfrensi pers di lokasi pabrik bakso wilayah Jatirangga untuk menyampaikan tindakan yang telah dilakukan terkait pengaduan dan informasi dari pemberitaan media.

Kesempatan itu, Andy Kabid PPKLHPH mengajak wartawan langsung turun ke lapangan untuk mengecek saluran pipa. Ia menunjukkan saluran pipa limbah olahan pabrik bakso tersebut yang telah dilakukan penutupan secara permanen.

Pantauan di lapangan satu Pabrik Bakso milik Berkat Langgeng Lestari limbah sisa olahan selama ini hanya dialirkan begitu saja ke tanah kosong yang ada di belakang perusahaan. Sementara Limbah milik CV Warisan dialirkan pada saluran yang langsung menuju kali Cikeas.

Andy menegaskan bahwa dua pabrik bakso di Jatirangga itu tidak memiliki persetujuan teknis sehingga sebelum dilakukan penutupan saluran telah diberi sanksi paksaan pemerintah. “Sekarang saluran sudah ditutup tugas berikutnya adalah bersama-sama melakukan monitoring,”tegas Andy.

Wakil direktur CV Warisan Matahari Makmur Komjen Pol (Purn) Saud Usman Nasution, yang hadir dalam konfrensi pers tersebut menyampaikan bahwa selaku manajemen perusahaan telah mengikuti semua petunjuk yang diberikan dari instansi terkait.

“Saya pastikan sejak awal bergabung di pabrik Bakso ini sekira 2019 sudah memastikan seperti perizinan, limbah sampai kepada kemasan baksonya pun sudah diurus mengikuti aturan berlaku. Artinya mencoba berbuat mengikuti aturan berlaku, namun kenyataanya masih ada yang kurang tentu semua mungkin belum sempurna,”tegas Saud.

Namun demikian dia menegaskan akan mengikuti aturan berlaku sesuai aturan, salah satunya perusahaan telah bekerja sama dengan pihak ketiga dari pengelolaan bahan baku, sampai ke limbah agar tidak ada lagi konflein.(RON)